Pages

Subscribe:

MELESTARIKAN NILAI-NILAI RAMADHAN

MELESTARIKAN NILAI-NILAI RAMADHAN

Oleh Drs. Ahmad Yani

                Setelah Ramadhan kita akhiri, bukan berarti berakhir sudah suasana ketaqwaan kepada Allah Swt, tapi justeru tugas berat kita untuk membuktikan keberhasilan ibadah Ramadhan itu dengan peningkatan ketaqwaan kepada Allah Swt, karenanya bulan sesudah Ramadhan adalah Syawal yang artinya peningkatan. Disinilah letak pentingnya melestarikan nilai-nilai Ibadah Ramadhan. Sekurang-kurangnya, ada lima nilai ibadah Ramadhan yang harus kita lestarikan, paling tidak hingga Ramadhan tahun yang akan datang.

1. TIDAK GAMPANG BERBUAT DOSA

Ibadah Ramadhan yang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya membuat kita mendapatkan jaminan ampunan dari dosa-dosa yang kita lakukan selama ini, karena itu semestinya setelah melewati ibadah Ramadhan kita tidak gampang lagi melakukan perbuatan yang bisa bernilai dosa, apalagi secara harfiyah Ramadhan artinya membakar, yakni membakar dosa, kalau dosa itu kita ibaratkan seperti pohon, maka kalau sudah dibakar, pohon itu tidak mudah tumbuh lagi, bahkan bisa jadi mati, sehingga dosa-dosa itu tidak mau kita lakukan lagi.

Dengan demikian, jangan sampai dosa yang kita tinggalkan pada bulan Ramadhan hanya sekedar ditahan-tahan untuk selanjutnya dilakukan lagi sesudah Ramadhan berakhir dengan kualitas dan kuantitas yang lebih besar. Kalau demikian jadinya, ibarat pohon, hal itu bukan dibakar, tapi hanya ditebang sehingga satu cabang ditebang tumbuh lagi tiga, empat bahkan limacabang beberapa waktu kemudian.

Dalam kaitan dosa, sebagai seorang muslim jangan sampai kita termasuk orang yang bangga dengan dosa, apalagi kalau mati dalam keadaan bangga terhadap dosa yang dilakukan, bila ini yang terjadi, maka sangat besar resiko yang akan kita hadapi dihadapan Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka bisa masuk ke dalam syurga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan (QS 7:40).

2. HATI-HATI DALAM BERSIKAP DAN BERTINDAK

Selama beribadah Ramadhan, kita cenderung berhati-hati dalam melakukan sesuatu, hal itu karena kita tidak ingin ibadah Ramadhan kita menjadi sia-sia dengan sebab kekeliruan yang kita lakukan. Secara harfiyah, Ramadhan juga berarti mengasah, yakni mengasah ketajaman hati agar dengan mudah bisa membelah atau membedakan antara yang haq dengan yang bathil. Ketajaman hati itulah yang akan membuat seseorang menjadi sangat berhati-hati dalam bersikap dan bertingkah laku. Sikap seperti ini merupakan sikap yang sangat penting sehingga dalam hidupnya, seorang muslim tidak asal melakukan sesuatu, apalagi sekedar mendapat nikmat secara duniawi.

Kehati-hatian dalam hidup ini menjadi amat penting mengingat apapun yang kita lakukan akan dimintai pertanggung-jawaban dihadapan Allah Swt, karenanya apa yang hendak kita lakukan harus kita pahami secara baik dan dipertimbangkan secara matang, sehingga tidak sekedar ikut-ikutan dalam melakukannya, Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS 17:36).

3. BERSIKAP JUJUR.

Ketika kita berpuasa Ramadhan, kejujuran mewarnai kehidupan kita sehingga kita tidak berani makan dan minum meskipun tidak ada orang yang mengetahuinya. Hal ini karena kita yakin Allah Swt yang memerintahkan kita berpuasa selalu mengawasi diri kita dan kita tidak mau membohongi Allah Swt dan tidak mau membohongi diri sendiri karena hal itu memang tidak mungkin, inilah kejujuran yang sesungguhnya. Karena itu, setelah berpuasa sebulan Ramadhan semestinya kita mampu menjadi orang-orang yang selalu berlaku jujur, baik jujur dalam perkataan, jujur dalam berinteraksi dengan orang, jujur dalam berjanji dan segala bentuk kejujuran lainnya. 

Dalam kehidupan masyarakat dan bangsa kita sekarang ini, kejujuran merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Banyak kasus di negeri kita yang tidak cepat selesai bahkan tidak selesai-selesai karena tidak ada kejujuran, orang yang bersalah sulit untuk dinyatakan bersalah karena belum bisa dibuktikan kesalahannya dan mencari pembuktian memerlukan waktu yang panjang, padahal kalau yang bersalah itu mengaku saja secara jujur bahwa dia bersalah, tentu dengan cepat persoalan bisa selesai. Sementara orang yang secara jujur mengaku tidak bersalah tidak perlu lagi untuk diselidiki apakah dia melakukan kesalahan atau tidak. Tapi karena kejujuran itu tidak ada, yang terjadi kemudian adalah saling curiga mencurigai bahkan tuduh menuduh yang membuat persoalan semakin rumit. Ibadah puasa telah mendidik kita untuk berlaku jujur kepada hati nurani kita yang sehat dan tajam, bila kejujuran ini tidak mewarnai kehidupan kita sebelas bulan mendatang, maka tarbiyyah(pendidikan) dari ibadah Ramadhan kita menemukan kegagalan, meskipun secara hukum ibadah puasanya tetap sah.

4. MEMILIKI SEMANGAT BERJAMAAH.

Kebersamaan kita dalam proses pengendalian diri membuat syaitan merasa kesulitan dalam menggoda manusia sehingga syaitan menjadi terbelenggu pada bulan Ramadhan. Hal ini diperkuat lagi dengan semangat yang tinggi bagi kita dalam menunaikan shalat yang lima waktu secara berjamaah sehingga di bulan Ramadhan inilah mungkin shalat berjamaah yang paling banyak kita laksanakan, bahkan melaksanakannya juga di masjid atau mushalla.

Disamping itu, ibadah Ramadhan yang membuat kita dapat merasakan lapar dan haus, telah memberikan pelajaran kepada kita untuk memiliki solidaritas sosial kepada mereka yang menderita dan mengalami berbagai macam kesulitan, itupun sudah kita tunjukkan dengan zakat yang kita tunaikan. Karena itu, semangat berjamaah kita sesudah Ramadhan ini semestinya menjadi sangat baik, apalagi kita menyadari bahwa kita tidak mungkin bisa hidup sendirian, sehebat apapun kekuatan dan potensi diri yang kita miliki, kita tetap sangat memerlukan  pihak lain. Itu pula sebabnya, dalam konteks perjuangan Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjamaah, yang saling kuat menguatkan sebagaimana firman-Nya yang artinya:Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh (QS 61:4)

5. MELAKUKAN PENGENDALIAN DIRI

Puasa Ramadhan adalah pengendalian diri dari hal-hal yang pokok seperti makan dan minum. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang pokok semestinya membuat kita mampu mengendalikan diri dari kebutuhan kedua dan ketiga, bahkan dari hal-hal yang kurang pokok dan tidak perlu sama sekali. Namun sayangnya, banyak orang telah dilatih untuk menahan makan dan minum yang sebenarnya pokok, tapi tidak dapat menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu, misalnya ada orang yang  mengatakan: “saya lebih baik tidak makan daripada tidak merokok”, padahal makan itu pokok dan merokok itu tidak perlu.

Kemampuan kita mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak benar menurut Allah dan Rasul-Nya merupakan sesuatu yang amat mendesak, bila tidak, kehidupan ini akan berlangsung seperti tanpa aturan, tak ada lagi halal dan haram, tak ada lagi haq dan bathil, bahkan tak ada lagi pantas dan tidak pantas atau sopan dan tidak. Yang jelas, selama manusia menginginkan sesuatu, hal itu akan dilakukannya meskipun tidak benar, tidak sepantasnya dan sebagainya. Bila ini yang terjadi, apa bedanya kehidupan manusia dengan kehidupan binatang, bahkan masih lebih baik kehidupan binatang, karena mereka tidak diberi potensi akal, Allah berfirman yang artinya,

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya  untuk mendengar (ayat-ayat Allah).  Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS 7:179).

Dengan demikian, harus kita sadari bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan dan latihan, keberhasilan ibadah Ramadhan justeru tidak hanya terletak pada amaliyah Ramadhan yang kita kerjakan dengan baik, tapi yang juga sangat penting adalah bagaimana menunjukkan adanya peningkatan taqwa yang dimulai dari bulan Syawal hingga Ramadhan tahun yang akan datang.

»»  READMORE...

Kuansing Tercinta: Jembatan Baserah Terbengkalai

Keinginan masyarakat Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir untuk bisa memanfaatkan jembatan guna menyeberangi Sungai Kuantan, sepertinya masih jauh dari keinginan. Pasalnya, jembatan yang seharusnya sudah mulai dikerjakan pertengahan tahun ini belum terlihat aktivitas pekerjaan. Ini artinya pengerjaannya jembatan masih terbengkalai.
Dari pantauan Riau Pos, Sabtu pekan kemarin di sekitaran jembatan tersebut, tidak terlihat adanya kegiatan pengerjaan jembatan. Jembatan ini pengerjaannya menyisakan dua bentangan lagi. Dimana tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau telah menganggarkan anggaran untuk kelanjutannya sebesar Rp7,9 miliar.
Camat Kuantan Hilir Yulhendra SSos yang dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (6/7) terkait hal ini membenarkan rencana kelanjutan pembangunan Jembatan Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir belum dikerjakan.
‘’Benar, Jembatan Baserah ini belum dikerjakan, sama juga dengan jembatan yang ada di Cerenti,’’ ujar Yulhendra. Pihaknya mengharapkan supaya kelanjutan pembangunan Jembatan Baserah segera dilaksanakan.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Riau H Abu Bakar Siddik SSi kepada Riau Pos belum lama ini pernah menyampaikan, seharusnya jembatan ini sudah mulai dikerjakan. Karena sudah dianggarkan oleh Pemprov Riau tahun ini.
Namun, Abu Bakar Siddik memaklumi, pengerjaan jembatan ini menyisakan dua bentangan lagi. Tentu terlebih dahulu mereka (pemborong-red) harus mempersiapkan kelengkapan material terkait kelanjutannya.
Abu Bakar berharap, kelanjutan pembangunan jembatan Kuantan Hilir ini supaya dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah diberikan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Nopriman ST MT kepada Riau Pos belum lama ini mengaku, tahun ini Pemkab Kuansing tidak ada mengalokasikan dana untuk kelanjutan sejumlah pembangunan Jembatan Sungai Kuantan di Kuansing. Pihaknya meyakinkan, kemungkinan tahun depan mengalokasikan dana untuk sejumlah jembatan tersebut.(nto)

»»  READMORE...

Gubri Lantik Sukarmis-Zulkifli

Gubri-lantik-sukarmis

TELUKKUANTAN (RP) – Selesai sudah semua tahapan Pemilukada Kabupaten Kuantan Singingi 2011. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih H Sukarmis-Drs Zulkifli MSi resmi memimpin Negeri Jalur.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP atas nama Presiden RI melantik dan mengambil sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing terpilih masa kerja 2011-2016, di Gedung Abdoer Rauf, Telukkuantan, Rabu (1/6) melalui sidang paripurna istimewa DPRD Kuansing.

Gubri bersama istri Dra Hj Septina Primawati MM tiba di lokasi pelantikan sekitar pukul 10.00 WIB. Gubri langsung disambut kalungan bunga dan pantun dari tokoh lembaga adat Kuansing.

Sidang paripurna dipimpin dan dibuka Ketua DPRD Kuansing, Muslim SSos didampingi Wakil I Sardiyono dan Wakil II Elpius.

Dari 35 anggota DPRD Kuansing, yang hadir 34.

Selanjutnya, Sekretaris DPRD Kuansing, Ir Maisir membacakan Surat Keputusan Mendagri yang menyatakan bahwa pelantikan ini berdasar atas Keputusan Mendagri tentang pengesahan pemberhentian H Sukarmis masa bakti 2006-2011 dan pengesahan pengangkatan Bupati Kuansing H Sukarmis dengan Nomor 131.14-405 Tahun 2011 yang disahkan pada 31 Mei 2011.

Kemudian keputusan Kepmendagri tentang pengesahan pemberhentian Drs H Mursini masa bakti 2006-2011 dan pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs H Zulkifli, MSi dengan Nomor 132.14-406 Tahun 2011 yang disahkan pada 31 Mei 2011.

Seterusnya dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan, pemasangan tanda jabatan, penyerahan dokumen memori jabatan. Usai melantik dan mengambil sumpah, Gubri membaca pidato resmi pengantar. Dikatakan, pasangan H Sukarmis-Drs H Zulkifli MSi dipilih dari proses demokrasi langsung, yakni Pemilukada Kuansing yang dilaksanakan 7 April 2011.

‘’Kuansing telah memilih pemimpinnya untuk 5 tahun ke depan. Ini patut disyukuri masyarakat dan semua pihak. Karena masyarakat Kuansing melalui pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dengan semangat demokratis, aman, tertib dalam semangat kebersamaan,’’ tutur Gubri. Pelantikan memiliki makna penting guna menjalankan roda pemerintahan di daerah.

‘’Kita berharap, Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang dilantik dan telah disumpah ini mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kuansing,’’ ujar Gubri.

Gubri minta Bupati dan Wakil Bupati Kuansing supaya selama kepemimpinannya dalam menjalankan tugas tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini.

Gubri juga berharap keduanya saling bekerja sama, berkoordinasi dalam menjalankan pemerintahan terutama dalam menjalankan keputusan demi kepentingan masyarakat. Gubri juga mengingatkan agar Bupati dan Wakil Bupati menjauhi praktik-praktik KKN.

Kepada Wakil Bupati, Gubri berpesan, agar senantiasa membantu Bupati dalam menjalankan tugas terutama menciptakan hubungan yang harmonis.

Wakil bupati juga ditekankan agar menjaga keselarasan di tiap daerah di kabupaten agar saling mendukung dalam pembangunan.

Pelantikan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selain Gubri, turut hadir Ketua DPRD Riau H Johar Firdaus, unsur Muspida Riau, unsur Muspida Kuansing, sejumlah tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru, anggota DPRD Riau asal Kuansing-Inhu.

Juga Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Bupati Bengkalis Ir H Herliyan Saleh, Bupati Inhu Yopi Arianto, Drs H Mursini MSi berserta istri Dra Hj Emi Safitri, Ketua KPUD Kuansing H Firdaus Oemar SH, anggota DPRD Riau Abu Bakar Siddik, H Ruspan Aman, Prof Suwardi MS, H Adrian Ali, Hj Supriati Mahdili, asisten, kepala dinas, kepala badan, Kabag, camat, pegawai, kepala sekolah, Kacab, guru-guru dan masyarakat lainnya turut hadir menyaksikan jalannya prosesi pelantikan.

Setelah disumpah dan dilantik, H Sukarmis didampingi istri dan Drs H Zulkifli MSi beserta istri menerima ucapan selamat dari Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP dan istri Septina Primawati Rusli, Wagubri HR Mambang Mit dan ratusan tokoh yang hadir.

H Sukarmis mengatakan, dalam kepemimpinannya nanti, hal pertama yang dilakukan adalah konsolidasi seluruh instansi atau Satker di lingkungan Pemkab Kuansing. ‘’Kita buka lembaran baru dan kembali melanjutkan pembangunan di Kuansing,’’ ujar H Sukarmis.

Pihaknya dalam waktu dekat juga akan meningkatkan kedisiplinan pegawai. Menyinggung pembangunan, ke depan, tetap melanjutkan yang ada dan itu akan dirasa manfaatnya langsung oleh masyarakat.

‘’Insya Allah, pembangunan di Kuansing ini akan kita fokuskan pada peningkatan dan pembangunan infrastruktrur, seperti jalan dan listrik. Kita ingin, masyarakat menikmati pembangunan seutuhnya dan seluruhnya,’’ ujar H Sukarmis.

Program jangka panjang, lanjutnya, tetap mengacu pada visi misi yang diemban dengan tetap memeperhatikan apa yang jadi tujuan bersama untuk membangun Kuansing ke depan.

Ke depan, program pemerintah yang pro dan bersentuhan langsung dengan rakyat akan digiatkan, seperti memaksimalkan program di bidang perkebunan, pertanian dan perikanan. ‘’Ini yang akan kita maksimalkan dalam waktu lima tahun,’’ kata Sukarmis.

Berlangsung Aman
Prosesi pelantikan berlangsung aman dan lancar. Para tamu sudah berdatangan di lokasi sejak pukul 09.30 WIB sesuai undangan.

Sebelum masuk ke lokasi sidang paripurna istimewa DPRD Kuansing, semuanya diperiksa petugas menggunakan metal detector.

Di luar gedung, panitia telah menyediakan tenda ukuran besar untuk masyarakat Kuansing lainnya. Aparat kepolisian Polres Kuansing dan pasukan Brimob Polda Riau, tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk dan luar gedung.

Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini SH mengatakan, pihaknya memang melakukan penjagaan ekstra ketat. Ini sekadar antisipasasi dan sterilisasi pelaksanaan pelantikan sesuai protap yang ada. Kapolres bahkan belum bisa memastikan penarikan pasukan pengamanan Pemilukada Kuansing 2011.

Karena hal itu tergantung situasi dan kondisi Kuansing terutama Telukkuantan. Karena itu, Kapolres mengimbau seluruh masyarakat Kuansing turut menjaga situasi dan kondisi keamanan.

Tampung Aspirasi Masyarakat
Menurut salah seorang tokoh Kuansing, Prof Suwardi MS, pasangan H Sukarmis-Drs H Zulkifli sudah selayaknya mengayomi dan menampung aspirasi masyarakat. Dalam pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan, berpatokanlah pada motto Kuansing sendiri, ‘’Basatu Nagori Maju’’.

Karena itu menggambarkan semua komponen masyarakat Kuansing, mulai dari kalangan pemerintahan, ulama, dan adat dilibatkan. Suwardi yakin Sukarmis akan melakukan hal ini.

Apalagi kebiasaannya turun ke desa-desa melalui program kemping bersama adalah salah satu kegiatan yang memiliki nilai tambah. ‘’Karena di situ tahulah aspirasi masyarakat seperti apa,’’ ujarnya.

H Ruspan Aman mengatakan, dengan dilantiknya H Sukarmis-Drs H Zulkifli MSi, ini adalah kemenangan bersama masyarakat Kuansing.

Ruspan juga mengingatkan agar pasangan H Sukarmis-Drs H Zulkifli MSi mewujudkan visi misi yang sudah disampaikannya dalam paripurna DPRD Kuansing lalu.

Mewujudkan apa yang sudah disampaikannya pada kampanye dan membuktikannya dalam membangun Kuansing lima tahun ke depan.(dac/j)

Source:http://riaupos.co.id

»»  READMORE...

Putusan MK Pilkda Kuansing

MK Menangkan Pasangan Sukarmis- Zulkifli TELUKKUANTAN MR- Sidang Pleno Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) tentang gugatan Perselilihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dengan Nomor Perkara 49/PHP.D-IX/2011 pemohon H.Mursini-Gumpita (nomor urut 2) dan termohon KPU Kabupaten Kuantan Singingi , Akhirnya Senin tepatnya Pukul 16.00 wib Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menolak semua permohonan nomor urut 2 dan Nomor Urut 1 yakni pasangan H.Sukarmis- Zuklifli (Su-Zuki) ditetapkan MK sebagai pemenang dalam Pemilukada Kuantan Singingi.   Menurut Said Mustafa Husin salah seorang Wartawan Kuantan Singingi melalui selularnya di gedung Mahkamah Konstitusi Senin siang menuturkan, Dalam sidang yang dipimpin Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dengan anggota Hamdal Zulfa, M Akil Muchtar, Maria Farida Indriati, Ahmad Sadiki, Anwar dan M Alim tersebut, Panel Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menilai gugatan yang diajukan pasangan Mursini-Gumpita tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan.   Penolakan tersebut tertuang dalam keputusan No.49/PHPU.D/IX/2011. Hasil sidang tersebut sekaligus menguatkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuantan singingi Nomor SK/WSA/144/V/2011 bertanggal 4 Mei 2011, tentang hasil Pemilukada. Source:http://www.facebook.com

»»  READMORE...

Isu Suap MK di Sidang Pemilukada Kuansing

Ketua majelis hakim pada sidang lanjutan sengketa Pemilukada Kuansing Akil Mochtar meminta tim sukses pemohon (pasangan Mursini-Gumpita) untuk memberi keterangan atau penjelasan menyusul adanya isu suap ke MK.

Isu ini dilontarkan anggota tim sukses pasangan nomor urut 2 itu.

Pada sidang selanjutnya kami minta pemohon dapat menghadirkan tim sukses untuk memberi keterangan,’’ ucap Akil Mochtar saat persidangan di kantor MK, Jakarta, Jumat (6/5).

Menurut Akil, perselisihan Pemilukada pasca penghitungan rekapitulasi suara adalah hal wajar, tapi jangan melibatkan pihak ketiga yang tak memiliki kepentingan apapun.

‘’Siapa yang benar dalam perkara ini, itu yang akan menang di MK,’’ terangnya. Ditambahkan Akil, isu ini sangat mengganggu kesan MK, karena MK tak pernah melakukan cara-cara seperti itu untuk memenangkan siapapun yang berperkara di MK. ‘’Jangan provokasi. Nanti kalau kalah bisa mengganggu dan jadi fitnah,’’ tuturnya.

Seperti diketahui, mengemukanya isu adanya suap mencuat bermula dari pernyataan Ketua KPUD Kuansing Firdaus Oemar yang menyatakan ia dituduh telah menyuap MK oleh salah seorang yang disebutnya sebagai pendukung pemohon.

‘’Saya mengetahui tuduhan ini dari Ketua KPUD Provinsi Riau (R Sofyan Samad, red). Saya hanya klarifikasi, bahwa tak benar saya menyerahkan uang. Saya ke Jakarta dalam rangka temu wicara dengan anggota KPUD se-Indonesia di Hotel Aryaduta,’’ terang Firdaus dalam sidang.

Menanggapi pernyataan itu, pasangan Mursini-Gumpita melalui juru bicaranya Chaidir Arifin menilai isu yang mengemuka adanya suap hanya mengaburkan dan upaya pengalihan isu.

‘’Kami justru mengadu ke MK karena kami sangat percaya pada integritas hakim maupun institusinya. Kami percaya majelis hakim takkan terkecoh,’’ imbuhnya usai persidangan. Chaidir menyebutkan, pihaknya akan memperkarakan Ketua KPUD Kuansing, karena apa yang dilontarkannya merupakan fitnah.

Usut Pelaku Anarkis
KPUD Kuansing minta majelis hakim MK dapat memerintahkan Mabes Polri untuk segera menyidik para pelaku anarkis secara tuntas saat penyelenggaraan Pemilukada beberapa waktu lalu.

KPUD menyebutkan, aksi pembakaran rumah ibadah, rumah Ketua KPU, Asisten II, dan sekretaris tim sukses pasangan nomor urut 1 (Sukarmis-Zulkifli) dilakukan pendukung pasangan calon nomor urut 2 (Mursini-Gumpita).

Ini dikemukakan Iskandar Sonhaji, kuasa hukum KPUD Kuansing saat menyampaikan eksepsi dalam sidang lanjutan sengketa Pemilukada Kuansing di gedung MK, Jumat (6/5).

‘’Kami minta MK memerintahkan Mabes Polri untuk segera menyidik pemohon (Mursini-Gumpita), karena membiarkan para pendukungnya melakukan tindakan anarkis,’’ ucap Iskandar didampingi Ketua KPUD Kuansing Firdaus Oemar bersama empat anggota KPU.

Pada kesempatan itu, KPUD juga membantah seluruh dalil yang dikemukakan pemohon (Mursini-Gumpita) pada sidang sebelumnya. Menurut Iskandar, dalil pemohon atas keberatan hasil Pemilukada Kuansing tak berdasar dan mengada-ada.

‘’Permintaan pemohon agar MK menerima keberatannya serta mendiskualifikasi pasangan nomor urut 1 tersebut keliru, karena permohonannya tak berdasar. Karena itu, kita minta MK menolak seluruh permohonan pemohon dan menguatkan keputusan Termohon (KPUD),’’ tegasnya.

Bantahan juga disampaikan pihak terkait (Sukarmis-Zulkifli). Melalui kuasa hukumnya, Misbahuddin Gasma menilai permohonan pemohon kabur. Pasalnya, pemohon tak mampu menyebutkan secara jelas dan rinci tentang kejadian-kejadian yang dituduhkan ke pasangan nomor urut 1.

Seperti adanya politik uang, kampanye terselubung, melibatkan aparat pemerintah dan sebagainya.

Justru, kata Misbahuddin, pemohonlah yang melakukan pelanggaran dan kecurangan yang mencederai pelaksanaan Pemilukada.

‘’Karena itu, tentunya permohonan pemohon harus ditolak seluruhnya. Bila MK berpendapat lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya,’’ pintanya.(yud)

Source:http://riaupos.co.id

»»  READMORE...

Selamat dan Sukses dengan Launcingnya Mading Online Kuansing

Cover Mading Online Kuansing

Tampak Depan Mading Online Kuansing

 

Teluk Kuantan, 29 April 2011 hari launchingnya (Meluncurnya) Mading Online Kuansing. Ini

Dengan Adanya media BLog Mading Online Kuansing Diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dan mendunia. Karena sangat bermanfaat sebagai media sarana Tulis Menulis (Apa Saja) di Dunia Online (Internet)

Saya pribadi sangat berparesiasi dengan meluncurnya Mading Online Kuansing ini ke ranah maya.

Selamat dan Sukses buat Mading Online Kuansing ….Dan kepada Admin (Pak Bakhrudin dan Pak Endarto Jati Guru SMKN 2 Teluk Kuantan)….Salute buat Bapak yang selalu berinovasi dengan kreatifitasnya. Sukses Selalu…Semoga Berkah Selalu

 

Klik Disini Untuk Menuju Lokasi Mading Online

Source:http://ronaldorozalino.blogspot.com

»»  READMORE...