Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Tahun 2011 M
MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Semoga Segala Amalan Ibadah dibulan Suci Ramadhan yang penuh berkah diterima Allah SWT.Amin
SEPUTAR KUANSING MOTTO BASATU NAGORI MAJU
Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Tahun 2011 M
Semoga Segala Amalan Ibadah dibulan Suci Ramadhan yang penuh berkah diterima Allah SWT.Amin
Para ibu di Kabupaten Kuantan Singingi tempo dulu selalu menidurkan anaknya dengan nandong. Nandong atau senandung adalah melagukan berbagai pantun dan syair terhadap anak yang sedang dibuai, agar anak yang sedang dibuai segera tertidur dengan pulas. Alunan lagu nandong (senandung) membuat anak larut dalam irama yang indah, sehingga dengan mudah tertidur dalam ayunan. Maka anak diantar tidur tidak dengan suasana hampa, tapi diberi muatan nilai-nilai yang luhur seperti yang terkandung dalam bait sayair dan pantun.
Membuai anak ada masa itu (juga sekarang) dilakukan pertama dengan membuat buaian dari kain panjang. Yang kedua dengan perahu yang sudah pecah atau tidak terpakai lagi. Untuk kain panjang tinggal hanya memberi tali lalu diikatkan kepada pelancar (peran yang melalui pada bagian tengah rumah). Sedangkan pada perahu pecah atau sengaja dibuat dari kayu, diberi tali berupa rotan, lalu digantungkan juga pada peran itu. Kebaikan dari buaian yang terbuat dari perahu pecah atau papan adalah dapat memuat beberapa orang, sang ibu pun dapat duduk didalamnya sambil berbuai dengan anaknya.
Buah Nandong yang dilantunkan sangat sarat akan makna, seperti terkadung pesan pituah terhadap anak tentang cara mengarungi samudra kehidupan. Adapun contoh buah nandong itu adalah sebagai berikut:
Omua la kito poi mandi
Mandi jangan bakubang tana
Omua la kito poi mangaji
Mangaji jangan buek pitona
Sinurak sinurai mandi
Mandi batimbo kelipak upia
Anak dilope poi mngaji
Longkok jen juba saroban putia
Anyuik somuik ba-rangkai2
Anyuik enyo takambang juo
Tuntuik elemu babagai-bagai
Ujud nan enyo satu juo
Asam kandi asam galuguar
Katigo asam cabodak
Manangi moik dipintu kubuar
Mangonang badan akan rorak
Jatua siludang pinang tinggi
Jatua kalaman rajo-rajo
Ponek samboyang potang pagi
Indak bariman paya sajo
Tobang tobu sampai ke ujuang
Samai ujuangnyo ke malaka
Tuntuik alemu gantikan payuang
Payuang pandendeng api naroko
Tobong tobu tingi-tinggi
Tobang rumbio ke pangkal2
Tuntuik alemu samaso kini
Iduik di dunio indakkan kokal
Banyaklah ari pakaro ari
Ari jumaat ari kito
Banyak nobi pakaro nobi
Nobi Muahammad nobi kito
Banyaklah bulan pakaro bulan
Bulan puaso bulan kito
Banyaklah tuhan pakaro tuhan
Tuhan nan oso tuhan kito
Elok mandi dalam ukotu
Elok mamakai basaan kain
Elok mati dalam baguru
Masuak sirugo janatun naim
Mantimun tagantuang-gantuang
Tagantuang dipintu rangkiang
Iduik di dunio ba-kampuang2
Dalam kubuar tabariang surang
Tanam pitulo di ujuang lobua
Abi dimakan dek biawak
Masuak sirugo jen amal togua
Masuak naroko dek laku awak
Kayu ketek rimbun daun
Samo rimbun jen bungonyo
Sojak ketek babilang taun
Indak samboyang apo gunonyo
Omuala kito poi baburu
Ruso nan banyak di dalam utan
Omuala kito poi baguru
Doso nan banyak didalam badan
Rotan soni dibola ompek
Pucuak manjulai ka suborang
Tuhan dicari indakkan dapek
Tuhan balinduang di tonga torang
Elokla bonar mansojik Moka
Tiang di tonga saruang-ruang
Elokla bonar urang ka Moka
Oji dapek doso tabuang
Hasan jo Husin anak Ali
Mati baorang sabilula
Samonjak lamo ditinggal nobi
Banyak agamo nan baruba
Article By : Datuk Bertuah
www.sungaikuantan.com
MELESTARIKAN NILAI-NILAI RAMADHAN
Oleh Drs. Ahmad Yani
Setelah Ramadhan kita akhiri, bukan berarti berakhir sudah suasana ketaqwaan kepada Allah Swt, tapi justeru tugas berat kita untuk membuktikan keberhasilan ibadah Ramadhan itu dengan peningkatan ketaqwaan kepada Allah Swt, karenanya bulan sesudah Ramadhan adalah Syawal yang artinya peningkatan. Disinilah letak pentingnya melestarikan nilai-nilai Ibadah Ramadhan. Sekurang-kurangnya, ada lima nilai ibadah Ramadhan yang harus kita lestarikan, paling tidak hingga Ramadhan tahun yang akan datang.
1. TIDAK GAMPANG BERBUAT DOSA
Ibadah Ramadhan yang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya membuat kita mendapatkan jaminan ampunan dari dosa-dosa yang kita lakukan selama ini, karena itu semestinya setelah melewati ibadah Ramadhan kita tidak gampang lagi melakukan perbuatan yang bisa bernilai dosa, apalagi secara harfiyah Ramadhan artinya membakar, yakni membakar dosa, kalau dosa itu kita ibaratkan seperti pohon, maka kalau sudah dibakar, pohon itu tidak mudah tumbuh lagi, bahkan bisa jadi mati, sehingga dosa-dosa itu tidak mau kita lakukan lagi.
Dengan demikian, jangan sampai dosa yang kita tinggalkan pada bulan Ramadhan hanya sekedar ditahan-tahan untuk selanjutnya dilakukan lagi sesudah Ramadhan berakhir dengan kualitas dan kuantitas yang lebih besar. Kalau demikian jadinya, ibarat pohon, hal itu bukan dibakar, tapi hanya ditebang sehingga satu cabang ditebang tumbuh lagi tiga, empat bahkan limacabang beberapa waktu kemudian.
Dalam kaitan dosa, sebagai seorang muslim jangan sampai kita termasuk orang yang bangga dengan dosa, apalagi kalau mati dalam keadaan bangga terhadap dosa yang dilakukan, bila ini yang terjadi, maka sangat besar resiko yang akan kita hadapi dihadapan Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka bisa masuk ke dalam syurga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan (QS 7:40).
2. HATI-HATI DALAM BERSIKAP DAN BERTINDAK
Selama beribadah Ramadhan, kita cenderung berhati-hati dalam melakukan sesuatu, hal itu karena kita tidak ingin ibadah Ramadhan kita menjadi sia-sia dengan sebab kekeliruan yang kita lakukan. Secara harfiyah, Ramadhan juga berarti mengasah, yakni mengasah ketajaman hati agar dengan mudah bisa membelah atau membedakan antara yang haq dengan yang bathil. Ketajaman hati itulah yang akan membuat seseorang menjadi sangat berhati-hati dalam bersikap dan bertingkah laku. Sikap seperti ini merupakan sikap yang sangat penting sehingga dalam hidupnya, seorang muslim tidak asal melakukan sesuatu, apalagi sekedar mendapat nikmat secara duniawi.
Kehati-hatian dalam hidup ini menjadi amat penting mengingat apapun yang kita lakukan akan dimintai pertanggung-jawaban dihadapan Allah Swt, karenanya apa yang hendak kita lakukan harus kita pahami secara baik dan dipertimbangkan secara matang, sehingga tidak sekedar ikut-ikutan dalam melakukannya, Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS 17:36).
3. BERSIKAP JUJUR.
Ketika kita berpuasa Ramadhan, kejujuran mewarnai kehidupan kita sehingga kita tidak berani makan dan minum meskipun tidak ada orang yang mengetahuinya. Hal ini karena kita yakin Allah Swt yang memerintahkan kita berpuasa selalu mengawasi diri kita dan kita tidak mau membohongi Allah Swt dan tidak mau membohongi diri sendiri karena hal itu memang tidak mungkin, inilah kejujuran yang sesungguhnya. Karena itu, setelah berpuasa sebulan Ramadhan semestinya kita mampu menjadi orang-orang yang selalu berlaku jujur, baik jujur dalam perkataan, jujur dalam berinteraksi dengan orang, jujur dalam berjanji dan segala bentuk kejujuran lainnya.
Dalam kehidupan masyarakat dan bangsa kita sekarang ini, kejujuran merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Banyak kasus di negeri kita yang tidak cepat selesai bahkan tidak selesai-selesai karena tidak ada kejujuran, orang yang bersalah sulit untuk dinyatakan bersalah karena belum bisa dibuktikan kesalahannya dan mencari pembuktian memerlukan waktu yang panjang, padahal kalau yang bersalah itu mengaku saja secara jujur bahwa dia bersalah, tentu dengan cepat persoalan bisa selesai. Sementara orang yang secara jujur mengaku tidak bersalah tidak perlu lagi untuk diselidiki apakah dia melakukan kesalahan atau tidak. Tapi karena kejujuran itu tidak ada, yang terjadi kemudian adalah saling curiga mencurigai bahkan tuduh menuduh yang membuat persoalan semakin rumit. Ibadah puasa telah mendidik kita untuk berlaku jujur kepada hati nurani kita yang sehat dan tajam, bila kejujuran ini tidak mewarnai kehidupan kita sebelas bulan mendatang, maka tarbiyyah(pendidikan) dari ibadah Ramadhan kita menemukan kegagalan, meskipun secara hukum ibadah puasanya tetap sah.
4. MEMILIKI SEMANGAT BERJAMAAH.
Kebersamaan kita dalam proses pengendalian diri membuat syaitan merasa kesulitan dalam menggoda manusia sehingga syaitan menjadi terbelenggu pada bulan Ramadhan. Hal ini diperkuat lagi dengan semangat yang tinggi bagi kita dalam menunaikan shalat yang lima waktu secara berjamaah sehingga di bulan Ramadhan inilah mungkin shalat berjamaah yang paling banyak kita laksanakan, bahkan melaksanakannya juga di masjid atau mushalla.
Disamping itu, ibadah Ramadhan yang membuat kita dapat merasakan lapar dan haus, telah memberikan pelajaran kepada kita untuk memiliki solidaritas sosial kepada mereka yang menderita dan mengalami berbagai macam kesulitan, itupun sudah kita tunjukkan dengan zakat yang kita tunaikan. Karena itu, semangat berjamaah kita sesudah Ramadhan ini semestinya menjadi sangat baik, apalagi kita menyadari bahwa kita tidak mungkin bisa hidup sendirian, sehebat apapun kekuatan dan potensi diri yang kita miliki, kita tetap sangat memerlukan pihak lain. Itu pula sebabnya, dalam konteks perjuangan Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjamaah, yang saling kuat menguatkan sebagaimana firman-Nya yang artinya:Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh (QS 61:4)
5. MELAKUKAN PENGENDALIAN DIRI
Puasa Ramadhan adalah pengendalian diri dari hal-hal yang pokok seperti makan dan minum. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang pokok semestinya membuat kita mampu mengendalikan diri dari kebutuhan kedua dan ketiga, bahkan dari hal-hal yang kurang pokok dan tidak perlu sama sekali. Namun sayangnya, banyak orang telah dilatih untuk menahan makan dan minum yang sebenarnya pokok, tapi tidak dapat menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu, misalnya ada orang yang mengatakan: “saya lebih baik tidak makan daripada tidak merokok”, padahal makan itu pokok dan merokok itu tidak perlu.
Kemampuan kita mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak benar menurut Allah dan Rasul-Nya merupakan sesuatu yang amat mendesak, bila tidak, kehidupan ini akan berlangsung seperti tanpa aturan, tak ada lagi halal dan haram, tak ada lagi haq dan bathil, bahkan tak ada lagi pantas dan tidak pantas atau sopan dan tidak. Yang jelas, selama manusia menginginkan sesuatu, hal itu akan dilakukannya meskipun tidak benar, tidak sepantasnya dan sebagainya. Bila ini yang terjadi, apa bedanya kehidupan manusia dengan kehidupan binatang, bahkan masih lebih baik kehidupan binatang, karena mereka tidak diberi potensi akal, Allah berfirman yang artinya,
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS 7:179).
Dengan demikian, harus kita sadari bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan dan latihan, keberhasilan ibadah Ramadhan justeru tidak hanya terletak pada amaliyah Ramadhan yang kita kerjakan dengan baik, tapi yang juga sangat penting adalah bagaimana menunjukkan adanya peningkatan taqwa yang dimulai dari bulan Syawal hingga Ramadhan tahun yang akan datang.
Keinginan masyarakat Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir untuk bisa memanfaatkan jembatan guna menyeberangi Sungai Kuantan, sepertinya masih jauh dari keinginan. Pasalnya, jembatan yang seharusnya sudah mulai dikerjakan pertengahan tahun ini belum terlihat aktivitas pekerjaan. Ini artinya pengerjaannya jembatan masih terbengkalai.
Dari pantauan Riau Pos, Sabtu pekan kemarin di sekitaran jembatan tersebut, tidak terlihat adanya kegiatan pengerjaan jembatan. Jembatan ini pengerjaannya menyisakan dua bentangan lagi. Dimana tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau telah menganggarkan anggaran untuk kelanjutannya sebesar Rp7,9 miliar.
Camat Kuantan Hilir Yulhendra SSos yang dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (6/7) terkait hal ini membenarkan rencana kelanjutan pembangunan Jembatan Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir belum dikerjakan.
‘’Benar, Jembatan Baserah ini belum dikerjakan, sama juga dengan jembatan yang ada di Cerenti,’’ ujar Yulhendra. Pihaknya mengharapkan supaya kelanjutan pembangunan Jembatan Baserah segera dilaksanakan.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Riau H Abu Bakar Siddik SSi kepada Riau Pos belum lama ini pernah menyampaikan, seharusnya jembatan ini sudah mulai dikerjakan. Karena sudah dianggarkan oleh Pemprov Riau tahun ini.
Namun, Abu Bakar Siddik memaklumi, pengerjaan jembatan ini menyisakan dua bentangan lagi. Tentu terlebih dahulu mereka (pemborong-red) harus mempersiapkan kelengkapan material terkait kelanjutannya.
Abu Bakar berharap, kelanjutan pembangunan jembatan Kuantan Hilir ini supaya dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah diberikan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Nopriman ST MT kepada Riau Pos belum lama ini mengaku, tahun ini Pemkab Kuansing tidak ada mengalokasikan dana untuk kelanjutan sejumlah pembangunan Jembatan Sungai Kuantan di Kuansing. Pihaknya meyakinkan, kemungkinan tahun depan mengalokasikan dana untuk sejumlah jembatan tersebut.(nto)
TELUKKUANTAN (RP) – Selesai sudah semua tahapan Pemilukada Kabupaten Kuantan Singingi 2011. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih H Sukarmis-Drs Zulkifli MSi resmi memimpin Negeri Jalur.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP atas nama Presiden RI melantik dan mengambil sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing terpilih masa kerja 2011-2016, di Gedung Abdoer Rauf, Telukkuantan, Rabu (1/6) melalui sidang paripurna istimewa DPRD Kuansing.
Gubri bersama istri Dra Hj Septina Primawati MM tiba di lokasi pelantikan sekitar pukul 10.00 WIB. Gubri langsung disambut kalungan bunga dan pantun dari tokoh lembaga adat Kuansing.
Sidang paripurna dipimpin dan dibuka Ketua DPRD Kuansing, Muslim SSos didampingi Wakil I Sardiyono dan Wakil II Elpius.
Dari 35 anggota DPRD Kuansing, yang hadir 34.
Selanjutnya, Sekretaris DPRD Kuansing, Ir Maisir membacakan Surat Keputusan Mendagri yang menyatakan bahwa pelantikan ini berdasar atas Keputusan Mendagri tentang pengesahan pemberhentian H Sukarmis masa bakti 2006-2011 dan pengesahan pengangkatan Bupati Kuansing H Sukarmis dengan Nomor 131.14-405 Tahun 2011 yang disahkan pada 31 Mei 2011.
Kemudian keputusan Kepmendagri tentang pengesahan pemberhentian Drs H Mursini masa bakti 2006-2011 dan pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs H Zulkifli, MSi dengan Nomor 132.14-406 Tahun 2011 yang disahkan pada 31 Mei 2011.
Seterusnya dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan, pemasangan tanda jabatan, penyerahan dokumen memori jabatan. Usai melantik dan mengambil sumpah, Gubri membaca pidato resmi pengantar. Dikatakan, pasangan H Sukarmis-Drs H Zulkifli MSi dipilih dari proses demokrasi langsung, yakni Pemilukada Kuansing yang dilaksanakan 7 April 2011.
‘’Kuansing telah memilih pemimpinnya untuk 5 tahun ke depan. Ini patut disyukuri masyarakat dan semua pihak. Karena masyarakat Kuansing melalui pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dengan semangat demokratis, aman, tertib dalam semangat kebersamaan,’’ tutur Gubri. Pelantikan memiliki makna penting guna menjalankan roda pemerintahan di daerah.
‘’Kita berharap, Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang dilantik dan telah disumpah ini mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kuansing,’’ ujar Gubri.
Gubri minta Bupati dan Wakil Bupati Kuansing supaya selama kepemimpinannya dalam menjalankan tugas tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini.
Gubri juga berharap keduanya saling bekerja sama, berkoordinasi dalam menjalankan pemerintahan terutama dalam menjalankan keputusan demi kepentingan masyarakat. Gubri juga mengingatkan agar Bupati dan Wakil Bupati menjauhi praktik-praktik KKN.
Kepada Wakil Bupati, Gubri berpesan, agar senantiasa membantu Bupati dalam menjalankan tugas terutama menciptakan hubungan yang harmonis.
Wakil bupati juga ditekankan agar menjaga keselarasan di tiap daerah di kabupaten agar saling mendukung dalam pembangunan.
Pelantikan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selain Gubri, turut hadir Ketua DPRD Riau H Johar Firdaus, unsur Muspida Riau, unsur Muspida Kuansing, sejumlah tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru, anggota DPRD Riau asal Kuansing-Inhu.
Juga Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Bupati Bengkalis Ir H Herliyan Saleh, Bupati Inhu Yopi Arianto, Drs H Mursini MSi berserta istri Dra Hj Emi Safitri, Ketua KPUD Kuansing H Firdaus Oemar SH, anggota DPRD Riau Abu Bakar Siddik, H Ruspan Aman, Prof Suwardi MS, H Adrian Ali, Hj Supriati Mahdili, asisten, kepala dinas, kepala badan, Kabag, camat, pegawai, kepala sekolah, Kacab, guru-guru dan masyarakat lainnya turut hadir menyaksikan jalannya prosesi pelantikan.
Setelah disumpah dan dilantik, H Sukarmis didampingi istri dan Drs H Zulkifli MSi beserta istri menerima ucapan selamat dari Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP dan istri Septina Primawati Rusli, Wagubri HR Mambang Mit dan ratusan tokoh yang hadir.
H Sukarmis mengatakan, dalam kepemimpinannya nanti, hal pertama yang dilakukan adalah konsolidasi seluruh instansi atau Satker di lingkungan Pemkab Kuansing. ‘’Kita buka lembaran baru dan kembali melanjutkan pembangunan di Kuansing,’’ ujar H Sukarmis.
Pihaknya dalam waktu dekat juga akan meningkatkan kedisiplinan pegawai. Menyinggung pembangunan, ke depan, tetap melanjutkan yang ada dan itu akan dirasa manfaatnya langsung oleh masyarakat.
‘’Insya Allah, pembangunan di Kuansing ini akan kita fokuskan pada peningkatan dan pembangunan infrastruktrur, seperti jalan dan listrik. Kita ingin, masyarakat menikmati pembangunan seutuhnya dan seluruhnya,’’ ujar H Sukarmis.
Program jangka panjang, lanjutnya, tetap mengacu pada visi misi yang diemban dengan tetap memeperhatikan apa yang jadi tujuan bersama untuk membangun Kuansing ke depan.
Ke depan, program pemerintah yang pro dan bersentuhan langsung dengan rakyat akan digiatkan, seperti memaksimalkan program di bidang perkebunan, pertanian dan perikanan. ‘’Ini yang akan kita maksimalkan dalam waktu lima tahun,’’ kata Sukarmis.
Berlangsung Aman
Prosesi pelantikan berlangsung aman dan lancar. Para tamu sudah berdatangan di lokasi sejak pukul 09.30 WIB sesuai undangan.
Sebelum masuk ke lokasi sidang paripurna istimewa DPRD Kuansing, semuanya diperiksa petugas menggunakan metal detector.
Di luar gedung, panitia telah menyediakan tenda ukuran besar untuk masyarakat Kuansing lainnya. Aparat kepolisian Polres Kuansing dan pasukan Brimob Polda Riau, tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk dan luar gedung.
Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini SH mengatakan, pihaknya memang melakukan penjagaan ekstra ketat. Ini sekadar antisipasasi dan sterilisasi pelaksanaan pelantikan sesuai protap yang ada. Kapolres bahkan belum bisa memastikan penarikan pasukan pengamanan Pemilukada Kuansing 2011.
Karena hal itu tergantung situasi dan kondisi Kuansing terutama Telukkuantan. Karena itu, Kapolres mengimbau seluruh masyarakat Kuansing turut menjaga situasi dan kondisi keamanan.
Tampung Aspirasi Masyarakat
Menurut salah seorang tokoh Kuansing, Prof Suwardi MS, pasangan H Sukarmis-Drs H Zulkifli sudah selayaknya mengayomi dan menampung aspirasi masyarakat. Dalam pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan, berpatokanlah pada motto Kuansing sendiri, ‘’Basatu Nagori Maju’’.
Karena itu menggambarkan semua komponen masyarakat Kuansing, mulai dari kalangan pemerintahan, ulama, dan adat dilibatkan. Suwardi yakin Sukarmis akan melakukan hal ini.
Apalagi kebiasaannya turun ke desa-desa melalui program kemping bersama adalah salah satu kegiatan yang memiliki nilai tambah. ‘’Karena di situ tahulah aspirasi masyarakat seperti apa,’’ ujarnya.
H Ruspan Aman mengatakan, dengan dilantiknya H Sukarmis-Drs H Zulkifli MSi, ini adalah kemenangan bersama masyarakat Kuansing.
Ruspan juga mengingatkan agar pasangan H Sukarmis-Drs H Zulkifli MSi mewujudkan visi misi yang sudah disampaikannya dalam paripurna DPRD Kuansing lalu.
Mewujudkan apa yang sudah disampaikannya pada kampanye dan membuktikannya dalam membangun Kuansing lima tahun ke depan.(dac/j)
Source:http://riaupos.co.id
MK Menangkan Pasangan Sukarmis- Zulkifli TELUKKUANTAN MR- Sidang Pleno Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) tentang gugatan Perselilihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dengan Nomor Perkara 49/PHP.D-IX/2011 pemohon H.Mursini-Gumpita (nomor urut 2) dan termohon KPU Kabupaten Kuantan Singingi , Akhirnya Senin tepatnya Pukul 16.00 wib Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menolak semua permohonan nomor urut 2 dan Nomor Urut 1 yakni pasangan H.Sukarmis- Zuklifli (Su-Zuki) ditetapkan MK sebagai pemenang dalam Pemilukada Kuantan Singingi. Menurut Said Mustafa Husin salah seorang Wartawan Kuantan Singingi melalui selularnya di gedung Mahkamah Konstitusi Senin siang menuturkan, Dalam sidang yang dipimpin Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dengan anggota Hamdal Zulfa, M Akil Muchtar, Maria Farida Indriati, Ahmad Sadiki, Anwar dan M Alim tersebut, Panel Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menilai gugatan yang diajukan pasangan Mursini-Gumpita tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan. Penolakan tersebut tertuang dalam keputusan No.49/PHPU.D/IX/2011. Hasil sidang tersebut sekaligus menguatkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuantan singingi Nomor SK/WSA/144/V/2011 bertanggal 4 Mei 2011, tentang hasil Pemilukada. Source:http://www.facebook.com


