Pages

Subscribe:

Selamat Ulang Tahun ke 54 H Sukarmis Bupati Kuansing

HUT ke 54 H Sukarmis Bupati Kuansing

 

Motto Bapak H Sukarmis yang saya dapat dari Facbook Pribadinya

“Hidup adalah berjuang. tidak merasa susah ketika dalam kesusahan dan tidak cepat merasa senang ketika dalam keadaan senang, slalu bersyukur dg apa yang ada, ingin maksimal berbuat untuk masyarakat dan negeri tercinta” H.Sukarmis.

 

Saya Mengucapkan

Selamat Ulang Tahun

ke

54

Kepada

 H Sukarmis

Bupati Kuantan Singingi

 

Semoga Selalu Dilimpahkan Rahmat, Hidayah serta Keberkahan dalam menjalankan Roda Pemerintahan di Kabupaten Kuantan Singingi.Amin. Source: ronaldorozalino.blogspot.com

»»  READMORE...

Riau Peringkat 9 Kasus HIV/AIDS

JAKARTA (RP) - Kasus HIV/AIDS di Indonesia selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup besar. Hingga 31 Maret 2010, tercatat ada 20.564 kasus AIDS yang telah terjadi. Padahal pada 2004, baru ada sebanyak 2.684 kasus.

Pada 2005, jumlahnya naik menjadi 5.321 kasus, lalu naik lagi menjadi 8.194 (2006), 11.141 kasus (2007), kemudian 16.110 kasus (2008), serta di posisi 19.973 kasus pada 2009. Riau berada di peringkat kesembilan terbanyak penemuan kasus HIV/AIDS.
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, data terakhir hingga Maret lalu juga mencatat bahwa kasus HIV/AIDS terbanyak ada di Jawa Barat. Diikuti kemudian oleh Jawa Timur, DKI Jakarta, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, serta Kepulauan Riau.
‘’Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang mengalami epidemi HIV/AIDS dengan peningkatan prevalensi cukup tajam dan belum menunjukkan penurunan, meskipun berbagai upaya penanggulangannya telah dilaksanakan,’’ kata Menkes, dalam raker dengan Komisi IX DPR RI, Senin (14/6).
Untuk mengendalikan laju penyebaran HIV/AIDS itu, lanjut Endang, Kemenkes pun melakukan berbagai strategi inovatif. Di antaranya yakni penguatan pokja AIDS sektor kesehatan, penguatan kapasitas manajemen dan teknis program di semua tingkatan, penguatan dan pengembangan sistem informasi dan surveilans, hingga pengembangan kolaborasi TB-HIV dan lain-lain.(esy/jpnn)Source: Riaupos.com

»»  READMORE...

Perekrutan CPNS Daerah 2010,BKD Tunggu Formasi CPNS Men-PAN

aporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com
Sampai Sekarang, Pemkab Kuansing melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kuansing masih menunggu persetujuan formasi yang diusulkan pada Men-PAN RI terkait perekrutan CPNS daerah 2010 ini.

Dalam usulan ke Men-PAN RI, Pemkab melalui BKD Kuansing mengusulkan sebanyak 1.325 usulan untuk tenaga CPNS. Demikian dikatakan Kepala BKD Kuansing Drs Muharman MPd menjawab Riau Pos, Ahad (13/6) di Teluk Kuantan.
Namun menurut informasi yang diterimanya, dalam waktu dekat ini pihak Kementerian Men-PAN RI akan memberikan jawaban berapa besar dan persentase formasi yang disetujui untuk Kabupaten Kuansing. ‘’Kabarnya, dalam waktu dekat ini formasi ini akan turun dari Men-PAN,’’ tambah Muharman.
Akan tetapi belum bisa dipastikan apakah usulan sebanyak 1.325 orang CPNS tersebut akan disetujui. Bila sudah disetujui berapa formasi yang diperuntukkan untuk Kabupaten Kuansing, maka selanjutnya BKD akan menyusun formasi perbidang yang diperlukan. Baik tenaga guru, kesehatan dan tenaga teknis lainnya.
Untuk tenaga guru dan kesehatan, dikatakannya, memang ada usulan. Ini terkait dengan keperluan tenaga PNS untuk dua bidang ini yang masih sangat memerlukan. Formasi yang sudah disusun perbidang tersebut, akan disampaikan kembali ke Men-PAN RI untuk ditetapkan.
Dalam penetapan besaran formasi penerimaan CPNS bagi daerah, lanjut Muharman, banyak faktor yang mempengaruhinya. Yakni, luas wilayah, kecamatan, banyak satker di lingkungan pemerintahan daerah, besaran PNS yang pensiun 2010.
Di samping itu, yang menjadi ukuran juga kepadatan penduduk daerah yang bersangkutan. Dalam hal ini, Kabupaten Kuansing termasuk daerah kategori sedang dan pemekaran baru yang memerlukan dukungan pegawai yang memadai. Dia berharap, dari usulan 1.325 orang CPNS, diharapkan pemerintah pusat bisa menyetujuinya, atau minimal tidak terlalu banyak berkurang.(nto). Source:www.riaupos.com

»»  READMORE...

Download Jadwal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Download Jadwal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Klik Disini atau Gambar Dibawah ini Untuk Mendownload

download-icon1

Semoga Bermanfaat bagi sahabat semuanya!!!

 

Source: ronaldorozalino.blogspot.com

»»  READMORE...

1.716 Ha Sawit untuk Cengar

Laporan desriandi candra, Kuansing
desriandi-candra@riaupos.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) menemui masyarakat Kenegerian Cengar (Desa Koto Cengar dan Seberang Cengar, red), Sabtu (12/6) atas tindak lanjut upaya menyelesaikan konflik masyarakat setempat dengan PT Tri Bakti Sarimas yang berujung konflik berdarah.

Bertempat di Mesjid Nurul Jihad desa Koto Cengar dan dijelaskan langsung Bupati Kuansing H Sukarmis, dipaparkan hasil kesepakatan antra Pemkab Kuansing dengan perusahaan tersbeut. Sukarmis menyebutkan dirinya sudah melakukan pertemuan dengan pihak PT Tri Bakti Sarima, dan pengurus KUD Prima Sehati di Pekanbaru untuk mencari solusi penyelesaian konflik sesuai dengan keinginan masyarakat.
‘’Alhamdulillah sudah ada langkah maju dalam pertemuan tersebut, dan ini saya sampaikan pada masyarakat,’’ ujarnya.
Dipaparkannya, pihak Pemkab, PT TBS dan KUD Prima Sehati sepakat, solusi yang diambil adalah luas seluruh kebun sawit 9.316 hektare, terdapat kebun plasma yang kurang produktif seluas 1.716 hektare yang disebabkan gangguan hama dan gajah. Kebun plasma yang kurang produktif itu, ujarnya, diganti dengan kebun milik perusahaan PT TBS (tukar guling). Lokasinya ditentukan secara teknis di lapangan yang lebih menguntungkan peserta plasma. Hasil plasma yang kurang produktif seluas 1.716 hektare jadi milik PT TBS dan hasil kebun milik perusahaan jadi milik plasma.
Selain itu, lahan plasma yang tak produktif seluas 1.716 hektare, tambah Sukarmis akan dibangun PT TBS sampai produktif secara sempurna dan selanjutnya akan disepakati lahan mana yang akan dipilih oleh peserta plasma setelah sepuluh tahun.
‘’Nanti terserah bapak-bapak mau memilih yang mana. Apa tetap memilih kebun milik perusahaan yang diserahkan pada masyarakat seluas 1.716 hektare, atau lahan plasma yang sudah dibangun perusahaan sampai produktif secara sempurna,’’ ujar Sukarmis yang disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir sebagai tanda setuju langkah tukar guling yang diambil Pemkab Kuansing.
Awalnya, kata Sukarmis, pihak perusahaan tidak setuju. Tetapi dirinya serta pejabat Pemkab yang hadir mendesak dan meminta kerendahan hati pihak perusahaan. ‘’Dan akhirnya perusahaan setuju, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan pada masyarakat,’’ tambahnya.
Bupati Kuansing H Sukarmis sempat membeberkan item lainnya termasuk tentang pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang menurut rencana akan dilaksanakan 26 Juni mendatang. Namun masyarakat yang hadir, secara bersamaan dan bergiliran meragukan tentang kepastian pelaksanaan RAT 26 Juni mendatang. Pasalnya, mereka kecewa dengan janji pengurus KUD Prima Sehati yang sebelumnya, akan melaksanakan RAT tanggal 23 Mei lalu. Menurut warga, peristiwa ini adalah buntut dari pudarnya kepercayaan masyarakat terhadap seluruh pengurus KUD Prima Sehati yang ingkar janji dan sama sekali tidak memperhatikan masyarakat sebagai anggotanya.
‘’Apa betul RAT akan dilaksanakan 26 Juni mendatang. Kami tak percaya kalau RAT akan dilaksanakan 26 Juni mendatang pak bupati,’’ ujar masyarakat yang hadir. Dalam pelaksanaan RAT nanti, masyarakat menuntut materi yang dibahas bukan lagi soal laporan pertanggungjawaban. Akan tetapi, soal kepengurusan KUD yang menurut mereka semua yang ada saat ini harus diganti. Dalam pertemuan tersebut, beberapa kali masyarakat masyarakat melakukan penolakan. Namun Bupati Kuansing H Sukarmis kembali menyakinkan dan menenangkan masyarakatnya.
Rombongan pemkab Kuansing dipimpin langsung Bupati Kuansing H Sukarmis, Wakil Bupati Drs H Mursini Msi, Sekda Drs H Zulikifli, Asisten I H Ridarman SH MM, Asisten II H Marduyut SE, sejumlah kepala dinas, kabag di lingkungan Pemkab Kuansing serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuansing Drs H Syafrudin yang juga salah satu tokoh masyarakat Kenegerian Cengar, Danramil Kuantan Mudik Kapten M Husni.
Sementara dari masyarakat dihadir Camat Kuantan Mudik Efrizon Marzuki AP MSi, Kepala Desa Koto Cengar Doni, Kepala Desa Seberang Cengar Juslim. Pertemuan yang dilangsungkan di rumah suci tersebut dipenuhi ninik mamak, tokoh masyarakat dan masyarakat Kenegerian Cengar. Bahkan, hingga ke luar halaman masjid dan jalan-jalan. Usai pertemuan, Sukarmis dan rombongan sempat meninjau lokasi bentrokan di Air Bangun. Masih terlihat bekas-bekas terjadinya bentrokan. Kendaraan sepeda motor milik masyarakat yang rusak dan bekas mobil kepolisian yang hangus masih berada di lokasi kejadian. Pelaksanaan pertemuan ini dipantau langsung pasukan TNI yang berasal dari satuan Koramil se-Kabupaten Kuansing.(hpz)

»»  READMORE...

Kenegerian Cengar Kondusif


Suasana di Kenegerian Cengar yakni Desa Koto Cengar dan Seberang Cengar, hingga Kamis (10/6) secara perlahan berangsur kondusif.

Camat Kuantan Mudik Efrizon Marzuki AP MSi, bersama anggota TNI dari Koramil setempat terus berupaya menenangkan dan memberi penjelasan pada warga. Begitu juga dengan kepala desa di dua kecamatan Kuantan Mudik ini, serta pemuka masyarakat.
Camat Kuantan Mudik Efrizon Marzuki AP MSi dalam pertemuan Rabu (9/6) malam, kembali mengingatkan warganya untuk tidak terpancing dengan provokasi dan tidak melakukan perbuatan anarkis. Karena yang akan menjadi korban dari semua itu adalah masyarakat juga. Sementara, masyarakat sudah lelah dengan persoalan tersebut. ‘’Masyarakat diminta tenang dan tidak melakukan perbuatan anarkis. Karena kita yang akan rugi, sementara kita sudah lelah dengan persoalan ini,’’ ujarnya.
Selain itu, Efrizon menyebutkan, kalau imej di luar Cengar, Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik ini, dikabarkan sangat mencekam. Orang jadi takut datang ke Cengar dan masyarakat sendiri juga takut ke luar Lubuk Jambi. ‘’Imej ini harus di hilangkan, termasuk rekan-rekan media massa,’’ ujarnya. Sementara kondisi di lapangan tidak seperti itu.
Selain itu ia berharap, pemerintah di kabupaten segera mempercepat penyelesaian persoalan ini. Di lokasi Cengar, anggota TNI dari Koramil se-Kuansing, terutama Koramil Kuantan Mudik dan Kuantan Tengah sudah dikerahkan ke lokasi untuk turut membantu menenangkan masyarakat, mengimbau agar tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan lagi.
‘’Kami di sini bukan sebagai pasukan pembubaran huru- hara, tetapi semata-mata untuk membantu masyarakat agar lebih tenang dan tidak berbuat anarkis,’’ kata Danramil Kuantan Mudik Kapten M Husni. Selain itu, keberadaan mereka adalah atas instruksi Dandim 0302 Inhu untuk membantu menenangkan masyarakat di lokasi kejadian yang sedang ketakutan.
Sementara dari informasi yang dihimpun Riau Pos, masyarakat secara berangsur-angsur mulai lega dengan adanya pengamanan, dukungan dari semua pihak.
DPRD Riau Panggil KUD dan PT TBS
DPRD Riau akan memanggil pengurus KUD Prima Sehati dan manajemen PT Tri Bakti Sarimas (TBS) yang menjadi penyebab awal terjadinya insiden berdarah di Kenegerian Cengar, Kuantan Mudik, Selasa (8/6) lalu.
Berdasarkan hasil pertemuan di lapangan antara Ketua Komisi B DPRD Riau H Tengku Azuwir dan Sumiyanti SSos MSi, ditemukan titik awal masalah yakni sengketa antara KUD Prima Sehati dan masyarakat serta perusahaan PT Tri Bakti Sarimas (TBS).
‘’Sesuai dengan perintah pimpinan DPRD Riau Drs HM Johar Firdaus MSi, saya dan Sumiyanti turun ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat yang terlibat konflik. Dari pertemuan tersebut salah satunya yang dilaporkan adalah permasalahan KUD Prima Sehati dengan masyarakat yang juga melibatkan perusahaan,’’ ujar Tengku Azuwir kepada Riau Pos, Kamis (10/6).
Pada kesempatan tersebut, T Azuwir juga menceritakan kondisi pasca konflik yang masih sangat mencekam. Serta asal usul permasalahan yang terjadi sehingga terjadi konflik antara aparat dan warga.
‘’Kita sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di sana. Mestinya konflik tersebut tidak terjadi, tapi sekarang sudah berbeda, karena itu kita minta Polda Riau menyelesaikan masalah yang melibatkan oknum kepolisian dan Brimob secepatnya,’’ tegasnya. Menurut Tengku Azuwir, DPRD Riau juga sangat menyesalkan terjadinya aksi penembakan yang mengakibatkan satu warga tewas. ‘’Karena itu kita minta Polda mengusut tuntas dan memproses secara hukum, karena ada beberapa kejanggalan yang kita temui di lapangan,’’ tegasnya.
Sedangkan masalah yang terjadi antara masyarakat, KUD Prima Sehati dan PT Tri Baktisari Mas, akan diselesaikan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
‘’Kita akan membantu menyelesaikan masalah ini secepatnya. Walau masyarakat sudah menyampaikan keinginan dan kronologis masalah, namun DPRD juga harus mendapat keterangan dari pihak KUD dan perusahaan, karena itu, keduanya akan dipanggil,’’ ujarnya.
Dikatakan, masalah pola kemitraan seperti yang terjadi di Cengar, Kuantan Mudik ini merupakan salah satu contoh pola kemitraan yang rawan konflik. Karena itu, DPRD ingin membahas dan menyelesaikannya sampai tuntas, apalagi ada dua perusahaan lagi yang melakukan pola yang sama di Kuansing.
‘’Agar masalah ini tidak meluas, maka kita akan menyelesaikannya dengan cepat. Ini merupakan pengalaman buruk, dan jangan sampai terjadi kedua kalinya. Apalagi masalah ini sudah menjadi peristiwa nasional,’’ ujarnya.
Karena itu, DPRD berharap dalam waktu dekat pihak-pihak yang bertikai tersebut bisa hadir dan memberikan masukan ke DPRD Riau. Saat ditanya, apakah akan menawarkan pengembalian ke MoU 1997 atau tidak, dimana setiap warga berhak mendapatkan perkebunan seluas 4 hektar, T Azuwir belum bisa memastikan. Tapi menurutnya, keputusan itu bisa diambil jika sudah mendengarkan keterangan dari semua pihak yang sengketa. ‘’Jadi solusinya kita peroleh setelah kita mengadakan pertemuan,’’ tegasnya.
Diusut Tuntas
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) H Syarif Hidayat SH kepada Riau Pos meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing, TNI serta tokoh masyarakat untuk menyelesaikan persoalan bentrok tersebut dan melakukan investigasi mendalam agar diketahui duduk persoalan.
‘’Kita meminta agar persoalan ini diselesaikan secepatnya, sebaik-baiknya dengan memenuhi rasa keadilan dimata hukum. Semua pihak harus bisa menenangkan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. IKKS akan memantau jalannya penyelesaiannya persoalan ini,’’ terang anggota DPRD Riau ini.
Ia memandang, sejauh ini belum bisa dipastikan pihak mana yang melakukan kesalahan. Kalau misalnya warga yang ditangkap, menurutnya itu bukanlah kebijakan yang baik, karena fakta yang ada saat ini pihak wargalah yang tertembak dan luka-luka.
‘’Keadilan harus ditegakkan. Jangan masyarakat yang dipenjarakan sementara pelaku penembakan yang menewaskan warga tidak dilakukan tindakan apa-apa. Senjata kan berada pada polisi dan kondisi ini tidak mungkin warga yang menembak. Kita minta proses hukum seadil-adilnya,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Kadisbun Riau M Yafiz mengatakan bahwa konflik yang terjadi itu antara warga dengan pengurus KUD. Dalam hal ini PT TBS yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan juga karet tidak terlibat langsung.
‘’Sehari pasca-konflik terjadi, Kadisbun langsung memanggil manajamen PT TBS dan pengurus KUD untuk duduk bersama membahas peristiwa yang terjadi,’’ kata Yafiz, Kamis (10/6) di Pekanbaru.
‘’Dari hasil pertemuan itu, sebut Yafiz Kadisbun Riau tidak dalam kapasitas memberikan sanksi apalagi memberikan penilaian salah atau benar. Malahan pada pertemuan itu Disbun memberikan masukan dan solusi terhadap kejadian ini.
‘’Untuk sementara kita sarankan agar PT TBS dan juga pengurus KUD untuk cooling down dulu, baru setelah itu dilakukan langkah-langkah kongkrit dalam penyelesaiannya,’’ ujar mantan Kadistamben Riau ini.
Akan tetapi dari runutan persoalannya menurut Yafiz, antara warga dengan pengurus KUD, dimana dalam MoU yung dilakukan antara warga bersama KUD tahun 1998 tidak sesuai, sehingga menimbulkan kemarahan warga. Disamping itu juga kelemhan PT TBS adalah menyerahkan keseluruhannya pada KUD, tanpa melakukan kontrol.
‘’Di satu sisi kami menyayangkan sikap PT TBS yang bersikap kurang melakukan kontrol terhadap KUD, begitu juga dengan pengurus KUD, yang tidak memberikan porsi yang sebenarnya pada warga,’’ sebutnya.
Untuk itu, jika nanti konflik ini mereda dan masing-masing pihak sudah bisa duduk bersama, Disbun menyarankan agra porsi pembagian keuntungan pada masyarakat ditinjau ulang, tidak seperti yang diterima selama ini, begitu juga dengan pengurus KUD sendiri, dan lainnya yang menyangkut hubungan KUD dengan warga. Sedangkan untuk perusahaan sendiri dapat mengontrol KUD dan juga peduli terhadap masyarakat yang menyangkut dengan keluhan dan juga aspirasi yang disampaikan.
‘’Kita harapkan dengan kejadian ini memberikan pengalaman berharga bagi kita semua, terutama bagi pengurus KUD, PT TBS dan warga tempatan, sembari mengharapkan tidak terulang kembali,’’ katanya.
Keprihatinan Terus Mengalir
Keprihatinan terhadap korban bentrokan berdarah di Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, terus berdatangan. Kali ini keprihatinan itu datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokad Indonesia Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Ketua DPC Kongres Advokad Indonesia Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Deprianda SH MH menyatakan siap pasang badan untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat yang sedang berkomplik dengan PT TBS.(dac/ans/hpz/nto/*3/izl)

Laporan TIM RIAU POS, KUANTAN SINGINGI
redaksi@riaupos.com
»»  READMORE...