Pages

Subscribe:

Jalan Kotorajo-Benai Rusak Parah

TELUK KUANTAN (RP) - Pemerintah Kabupaten Kuansing diminta segera melakukan langkah-langkah perbaikan ruas jalan lingkar Benai-Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir. Pasalnya, ruas jalan tersebut mengalami rusak parah.

Hampir setiap hari ada mobil masyarakat yang lewat terpuruk. Ini dikatakana Yandi salah seorang warga Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir kepada Riau Pos, Rabu (12/5) di Teluk Kuantan. Menurutnya, ruas jalan tersebut statusnya adalah ruas jalan kabupaten. Sehingga sudah sewajarnya pemerintah segera melakukan penanganan atau perbaikan.
Karena ruas jalan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan menuju 13 desa di seberang Sungai Kuantan di Kecamatan Kuantan Hilir melalui jalan darat. Menurutnya, meski saat ini masih bisa dilalui, tetapi kondisinya sudah rusak.
Warga yang melintas harus berhati-hati memilih jalan yang banyak berlubang. Parahnya, ketika musim hujan, ruas jalan tersebut di beberapa titik yang paling parah rusaknya menjadi sangat rawan. Becek dan rawan menjebak kendaraan roda empat yang melewatinya.
Ruas jalan ini, kata Yandi, juga menjadi satu-satunya akses yang menjadi penghubung Kecamatan Kuantan Hilir Seberang yang masih dalam pemekarannya di tingkat kabupaten. ‘’Ini juga satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan 13 desa di seberang Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Hilir yang akan dimekarkan,’’ tambahnya.
Dikatakannya, pembangunan di desa-desa seberang Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Hilir, tambah Yandi yang juga salah seorang tokoh pemuda masyarakat setempat, harus digesa Pemkab Kuansing. Pasalnya, pembangunan di wilayah ini di nilai sangat lambat. Masih banyak akses jalan yang belum terhubung, jalan yang belum diaspal, jembatan yang rusak serta beberapa sarana dan fasilitas pelayanan public lainnya.
Karena ini, kata Yandi, akan berdampak pada percepatan pembangunan di Kabupaten Kuansing khususnya di Kecamatan Kuantan Hilir dan peningkatan ekonomi masyarakat.(dac)

»»  READMORE...

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab

Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan
desriandicandra@riaupos.com
Sekda Kabupaten Kuansing Drs H Zulkifli MSi mengatakan, kalau Pemkab Kuansing yang saat ini memasuki usia 11 tahun. Dalam pelaksanaan pembangunan selalu mengutamakan skala prioritas pembangunan di bidang pendidikan. Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Kuansing ke depannya.

Ini disampaikannya ketika menghadiri syukuran dinegerikannya MAN dan MIN Kecamatan Pangean, Rabu (12/5). SDM, lanjut H Zulkifli, adalah salah satu skala prioritas pembangunan yang dicanangkan di awal-awal pembentukan Kabupaten Kuansing dulunya.
Pemkab Kuansing di 2010 ini tetap konsisten memberikan perhatian lebih di sektor pendidikan, yakni mengalokasikan anggaran 23 persen dari APBD Kuansing di 2010 ini. Tetapi ini bukan saja untuk pendidikan umum, akan tetapi juga soal pendidikan keagamaan.
SDM adalah investasi yang bisa memberikan rangkaian sinergi ke depannya. Pendidikan di bidang agama, maupun kemajuan pendidikan secara umumnya tidak akan lepas dari peran serta orang tua wali murid yang berkewajiban dalam memajukan pendidikan. Selanjutnya adalah peran serta dari tokoh masyarakat dan anggota masyarakat yang peduli dengan pendidikan seperti Yayasan Darussalam Pangean ini.
Sementara komponen terakhir yang berperan penting dalam memajukan pendidikan adalah, pemerintah. Terkait dengan pengembangan sekolah yang diusulkan pihak yayasan, H Zulkifli, menilai kalau itu cukup sulit. Karena lahannya yang sangat sempit. Karena itu pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat Pangean dapat membantu melakukan pembebasan lahan untuk pengembangannya. ‘’Insya Allah di 2011 bisa kita anggarkan,’’ ujarnya.
Namun soal pembebasan lahan tersebut, pemerintah mengharapkan dengan harga yang wajar. Kemajuan pendidikan ini, juga tergantung pada anak didik, orang tua untuk memajukan sekolah. Usai di negerikan, yang selanjutnya perlu diperhatikan adalah soal kualitas pendidikan.
Kanwil Kementerian Agama Riau H Asyari Nur menyebutkan kalau Kecamatan Pangean termasuk kecamatan spesial di Indonesia. Karena, di sini ada MTs, MIN, MAN. Pembangunan agama paling cepat dan mudah. Karena sebagian sarana yang diperlukan untuk pendidikan keagamaan tersebut, seperti masjid, musola sudah dibangun masyarakat.
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di bidang keagamaan ini, Kementerian Agama Riau komit melakukannya. Ini dibuktikan dengan di sekolahkannya sejumlah orang yang memiliki prestasi dan potensi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak saja di perguruan tinggi di Pulau Jawa, tetapi juga di perguruan tinggi yang ada di luar negeri, seperti ke Negara Australia, New Zeland dan lainnya.
Pihaknya juga komitmen untuk ‘’mengawal’’ keberadaan MAN di Riau. Untuk mengatasi kekurangan guru, Kanwil Kementerian Agama Riau telah mengancang-ancang kebijakan dalam perekrutan guru di MAN yakni, perekrutannya dilakukan langsung oleh sekolah. Sehingga guru yang di tempatkan bisa konsentrasi dalam proses belajar mengajar dan tidak berpindah-pindah.(nto)

»»  READMORE...

Kelahiran GYM , Sebuah Geliat Hijau di Kuantan Singingi


Senang rasanya,,,
Serasa punya sahabat baru, serasa punya saudara baru…Ketika mengelola program usaha perlindungan sungai Kuantan ( Harmonisasi untuk Kuantan - Kuantan Cares ) di Kuantan Singingi. Rasanya sangat berat saat seorang diri memimpikan, merancang dan mempromosikan program itu di tengah-tengah remaja Kuantan Singingi, sendiri bermimpi seringkali membuat cita-cita serasa berubah menjadi khayalan,, tapi saat hari H tiba, saat tenda-tenda didirikan, saat bibit dan pupuk di tumpuk, .... ternyata ada adik-adik  dari SMK 3 , SMK 2 dan MAN yang sangat bersemangat menanam pohon ditambah lagi guru-guru pembina mereka yang sangat luar biasa, juga dukungan dari Pak Ardi Nashri Kepala Dinas Kehutanan  Kabupaten Kuantan Singingi yang setiap harinya selalu menanam pohon lebih dari 10 batang (soal menanam pohon ternyata bapak ini lebih rajin dibandingkan dengan aktivis lingkungan hidup manapun di kabupaten Kuantan Singingi).  Berkat mereka semuanya terasa jadi lebih mudah. Tebing sungai sepanjang1.5 KM digarap tuntas hanya dalam waktu 3 jam.
Semangat terasa makin menggebu-gebu,, ketika ratusan bibit di pinggiran sungai Kuantan menyuarakan harapan baru untuk ketersediaan suply oksigen di dunia, harapan baru untuk tumbuhnya pohon dengan akar-akar kokoh penahan abrasi DAS, tapi alam berbicara lain, curah hujan yang luar biasa dalam beberapa hari membuat sungai Kuantan meluapkan air nya kemana-kemana. Alhasil .. semangat dan harapan hancur lebur di hantam banjir bersamaan dengan terendamnya ratusan bibit pohon yang ditanam. Kecewa rasanya membayangkan usaha , kerja keras dan semangat dari seluruh peserta. Apalagi saat membayangkan wajah-wajah ceria peserta yang sibuk bercerita tentang pohon yang mereka tanam. Nanti akan jadi sebesar apa, nanti akan di pamerkan ke teman-teman, bahkan ada yang sampai berencana nanti akan mengajak anak-anak mereka untuk melihat pohon yang mereka tanam hari itu.
Merencanakan ulang penanaman terasa sangat berat, apalagi harus memulai lagi semuanya dari awal dan seorang diri. Membayangkan harus memotivasi kembali teman-teman yang mulai kehilangan semangat. Mengontak ulang dukungan-dukungan yang ada sambil menceritakan kegagalan kegiatan kemarin. Semuanya terasa sangat berat. Tapi ... setidak-tidaknya di antara semua hal yang memberatkan itu ada satu hal yang membuat ringan dan sangat menyenangkan.
Rasanya sangat menyenangkan melihat adik-adik mantan peserta Harmonisasi untuk Kuantan - Kuantan Cares ( Siswa/i MAN Teluk Kuantan ) menunjukkan keseriusan mereka untuk menjadi penggiat lingkungan hidup dengan mengukuhkan diri menjadi sebuah kelompok penggiat lingkungan hidup. Kelompok ini mereka beri nama GREEN YOUNG MOSLEM (GYM). Lebih menyenangkan lagi adalah saat mengetahui mereka terpilih sebagai Duta Lingkungan Hidup untuk wilayah Kabupaten Kuantan Singingi setelah lolos dari seleksi Green Student Ambassador yang diadakan Riau Pos ( meski mereka gagal untuk menjadi finalis propinsi ).
Selamat buat adik-adik di GYM Man Teluk Kuantan,, selamat menjadi Duta Lingkungan Hidup Kuantan Singingi, Selamat bergabung dalam usaha perlindungan lingkungan hidup, Selamat menjadi mitra untuk setiap usaha perlindungan lingkungan di Kuantan Singingi. Kelahiran kalian adalah sebuah geliat bagi lahirnya gerakan sosial masyarakat untuk melestarikan lingkungan hidup di Kuantan Singingi dan  Setiap aktifitas kalian akan menajdi harapan bagi kelestarian Lingkungan Hidup di Negri kita.


Source: www.facebook.com

»»  READMORE...

Indrako di Kuansing Berpeluang Tempati Pasar Rakyat

Pihak Indrako paling berpeluang dibandingkan Metro Swalayan dalam kerja sama penggunaan bangunan blok C Pasar Rakyat Teluk Kuantan yang sudah rampung pekerjaannya 2009 lalu. Namun belum difungsikan lantaran menunggu keputusan final dari Pemkab Kuansing.

Hal itu dikatakana Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kuansing H Muharlius SE MM yang dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (13/5) di Teluk Kuantan. Dikatakan, Muharlius, secara konsep pihak swalayan asal Teluk Kuantan, Indrako menyetujui konsep kerja sama yang sudah dibuat dan ditawarkan Dinas DPKP Kuansing.
‘’Akan tetapi bagaimana sistem dan mekanisme kerja samanya, saat ini tengah disusun draf oleh bagian hukum Setda Kuansing. ‘’Draf kerja samanya sedang disusun bagian hukum dengan konsep yang kita tawarkan,’’ ujar Muharlius.
Dijelaskannya, bangunan blok C Pasar Rakyat Teluk Kuantan tersebut, memang sudah rampung secara fisik 100 persen. Akan tetapi, pihak Indrako ingin sedikit merehab dan menambah arsitektur modern sebagai sebuah semi pasar modern seperti mini market. Baik lantai dasar bangunan blok C Pasar Rakyat yang masih berupa lantai kasar semen yang akan diberi keramik, bangunan lantai dua yang akan sedikit direhab.
Pihak Indrako bahkan sudah melakukan menghitung-hitung besaran budget (anggaran-red) yang akan dikeluarkan untuk merehab itu. Dalam hitungan pihak Indrako, dana yang dikeluarkan tak kurang dari Rp300 juta. ‘’Tapi dana itu bukan dari kita (Pemkab Kuansing-red), melainkan dana dari pihak Indrako sendiri,’’ ujarnya.
Dengan komposisi seperti itu, kata Muharlius, maka Dinas DPKP Kuansing menawarkan konsep kerja sama Bill On Transfer (BOT). Konsep ini, lanjut mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kuansing ini, Pemkab melalui Dinas DPKP Kuansing menawarkan pada pihak Indrako dalam jangka 10 tahun, mereka tidak perlu membayar penuh penggunaan bangunan blok C Pasar Rakyat Teluk Kuantan tersebut.
Tetapi hanya dikenakan biaya sewa pelataran lantai dasar bangunan blok C Pasar Rakyat Teluk Kuantan. Itu pun, kata Muharlius, besarannya sekitar Rp30 juta per tahun. ‘’Kita tawarkan dalam jangka waktu 10 tahun itu mereka hanya bayar sewa pelataran lantai dasar saja minimal Rp30 juta per tahun,’’ tambah Muharlius.(dac)

»»  READMORE...

Kuantan Hilir Minta Pacu Jalur Tetap Digelar di Baserah

Masyarakat Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, secara penuh mendukung kebijakan yang diambil Pemkab Kuansing yang pada 2010 ini, pelaksanaan pacu jalur tingkat kecamatan tetap dilaksanakna sistem rayon.

Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, untuk rayon I (Kecamatan Kuantan Hilir, Inuman dan Cerenti-red) pada 2010 ini akan dilaksanakan di Kecamatan Inuman 5 Juli 2010 mendatang.
Namun masyarakat Kuantan Hilir, sangat berharap pada 2010 ini pacu jalur tetap digelar di tepian Lubuk Sobae Baserah Kecamatan Kuantan Hilir. ‘’Masyarakat mendukung kebijakan Pemkab Kuansing secara penuh dalam pelaksanaan pacu jalur tingkat kecamatan. Tetapi Pemerintah Kecamatan dan Upika, serta tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi pada pemerintah agar pacu jalur tetap di gelar di Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir,’’ kata H Abu Bakar Sidik SSis salah seorang tokoh masyarakat Kuantan Hilir kepada Riau Pos, Selasa (11/5).
Abu Bakar Sidik mengatakan, kebijakan yang diambil Pemkab Kuansing adalah dengan pertimbangan efisiensi waktu, pembiayaan serta kesibukan masyarakat. Namun usulan yang disampaikan masyarakat Kuantan Hilir tersebut juga dinilai wajar. Apalagi, pagelarannya tidak menggunakan jadwal resmi pelaksanaan iven pacu jalur tingkat kecamatan yang sudah ditetapkan Pemkab Kuansing. Melainkan di luar jadwal tersebut.
Beberapa yang menjadi alasan usulan dan aspirasi masyarakat Kuantan Hilir ini, lanjut Abu Bakar mantan anggota DPRD Riau asal Kuansing, berkaitan dengan historis atau sejarah pelaksanaan iven pacu jalur yang disampaikan sejumlah tokoh masyarakat di Kuantan Hilir. Menurut mereka, di awal-awal pacu jalur diangkat dan di kenalkan pada khalayak banyak, awal-awalnya dipertandingkan di Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir.
Selain itu, di tepian pacu jalur Lubuk Sobae Baserah Kecamatan Kuantan Hilir ini, pemerintah sudah membangun berbagai sarana dan prasarana. Salah satunya adalah, tangga batu yang menjadi tempat masyarakat menyaksikan pelaksanaan tradisi dan budaya kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut. Sehingga sangat disayangkan rasanya, bila asset yang sudah dibangun pemerintah dengan dana yang besar tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
‘’Artinya, masyarakat memang sangat berharap diizinkan pelaksanaan pacu jalur tetap digelar di Baserah Kecamatan Kuantan Hilir ini. Sekalipun hanya memperebutkan sebuah godok. Inilah yang menjadi beberapa alasan aspirasi masyarakat untuk pelaksanaan pacu jalur tetap di gelar di Kuantan Hilir 2010,’’ ujarnya.
Sebagai bagian dari masyarakat Kuantan Hilir dan Kabupaten Kuansing, Abu Bakar menyebutkan, dirinya sangat memahami itu. Karena merupakan simbol masyarakat untuk mempertahankan sejarah tradisi dan budaya kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuansing tersebut.
Dikatakannya, ada beberapa alternatif momen untuk pelaksanaan pacu jalur di Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir. Misalnya saja, momen pacu jalur perebutan pila Gubernur Riau yang pernah di gagasnya pada 2008 silam. ‘’Inikan salah satu momen yang bisa diangkat. Karena dua tahun ini belum sempat terlaksana kembali pacu jalur piala Gubernur Riau ini,’’ ujar Abu Bakar.
Ini disebabkan, rentang pelaksanaan pacu jalur perebutan piala Gubernur ke II 2009 berdekatan dengan jadwal pacu jalur tingkat kecamatan 2009, dimana ketika itu Baserah menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Dirinya bersama tokoh masyarakat Kuantan Hilir, akan mencoba menyampaikannya pada pihak Pemprov Riau dalam hal ini Gubernur Riau HM Rusli Zainal.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kuansing Tarmis SPd sebelumnya kepada Riau Pos menyebutkan, kalau pacu jalur tingkat kecamatan 2010 sudah ditetapkan. Yakni rayon I Kecamatan Inuman, rayon II Kecamatan Hulu Kuantan dan rayon III Kecamatan Pangean. Tetapi, dalam keputusan rapat tidak ada melarang atau membatasi kecamatan yang ingin melaksanakan pacu jalur di luar jadwal tersebut sepanjang mampu menyelenggarakannya.(dac).Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Garuda Pancasila - Lagu Wajib Nasional Perjuangan Indonesia

Garuda Pancasila - Lagu Wajib Nasional Perjuangan Indonesia

Pencipta / Pengarang Lirik dan Lagu : Sudharnoto

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

---

Note :
Indonesian old patriotic song
Free public song & non commercial copyrighted song lyric

»»  READMORE...