Pages

Subscribe:

Kuantan Tengah Bahas Sejarah Kota Teluk Kuantan

Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah bersama tokoh masyarakat, alim ulama dan tokoh adat, Senin (17/5) menggelar rapat pembahasan sejarah Kota Teluk Kuantan.

‘’Kita bahas sejarah pembahasan berdirinya Kota Teluk Kuantan,’’ kata Camat Kuantan Tengah Agusmandar SSos MSi menjawab Riau Pos kemarin di Kantor Camat Kuantan Tengah.
Agusmandar menyebutkan, ironis rasanya kalau Teluk Kuantan yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Kuansing, tidak tau bagaimana sejarahnya. Baik sejarah berdirinya Kota Teluk Kuantan, nama dan materi lainnya. Di wilayah Kuantan Tengah ini, dulunya berdiri sebuah kerajaan, yakni Sin Tuo yang kini menjadi Desa Seberang Taluk.
Dikatakannya, pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Kuantan Tengah yang hadir saat ini, sebagai langkah awal untuk menyeminarkan persoalan ini. ‘’Tapi kita belum tetapkan tanggal dan waktu pelaksanaan seminar atau lokakarya,’’ ujar Agusmandar.
Hasil seminar atau lokakarya ini, lanjut Agusmandar, hasilnya akan dibukukan. Sehingga akan menjadi bahan publikasi pada cucu kemenakan. Apabila sudah diketahui kapan berdirinya Kota Teluk Kuantan, akan menjadi momen pariwisata di Kota Teluk Kuantan termasuk pelaksanaan iven Pacu Jalur.
Dulu, kata Agusmandar, sebelum namanya menjadi Teluk Kuantan bernama Teluk Juar Pinang Bercabang yang berpusat di Koto Taluk. Nama Teluk Kuantan sudah ada saat perayaan Ratu Belanda Welmena 1903. ‘’Tapi kapan diberi nama Teluk Kuantan ini kita belum tahu,’’ ujarnya.
Terkait dengan itu, tokoh masyarakat Kuansing H Taib Usman mengatakan, pencarian sejarah Kota Teluk Kuantan dinilai baik. Namun pencariannya harus dirunut dari orang yang paling tahu dengan sejarah berdirinya Teluk Kuantan hingga cerita sejarah Teluk Kuantan yang terbaru.(dac).Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Desa Mudiak Ulo Segera Dialiri Listrik

Desa Mudiak Ulo, Kecamatan Hulu Kuantan yang belum mengenyam aliran listrik, dalam waktu satu atau dua pekan ke depan, segera dialiri listrik. Namun untuk tahap awal, sambungan jaringan listrik yang di pasang pihak PLN diperuntukkan untuk fasilitas pelayanan umum.

Misalnya, SD 003, SMP 02 Hulu Kuantan, balai desa, puskesmas pembantu, Masjid Baitul Rahman, Surau Al-Hidyah, Surau Nurul Iman, Surau Nurul Huda, Surau Nur Ikhsan, Surau Tarbiyatul Ihsan, Surau Nurul Falah, Kantor Kades Mudiak Ulo, yang panjangnya lebih kurang 11 kilometer.
Hal ini dikatakan Kepala Desa Mudiak Ulo Andy Maunzauri kepada Riau Pos, Selasa (18/5) usai melakukan pembayaran Dana Penyambungan-Uang Jaminan Langganan (DP-UJL). ‘’Kami baru saja membayar uangnya pada pihak PT PLN Ranting Teluk Kuantan,’’ katanya.
Penyerahan dana pada PT PLN Ranting Teluk Kuantan disaksikan langsung Biro Pemasangan Listrik Andang. Andang menyebutkan, masyarakat desa sangat senang akan segera dipasang aliran listrik oleh pihak PLN Ranting Teluk Kuantan melalui biro yang ditunjuk.
Karena persoalan listrik memang sudah sangat lama didambakan masyarakat Desa Mudiak Ulo. ‘’Sekarang baru akan mulai menikmatinya,’’ ujarnya. Dia juga berharap, usai penyambungan listrik untuk fasilitas umum, pihak PLN Ranting Teluk Kuantan segera melakukan pemasangan sambungan aliran listrik ke rumah-rumah warga di Desa Mudiak Ulo.
Sementara Andang, Biro Listrik yang ditunjuk PLN Ranting Teluk Kuantan secara terpisah membenarkannya. Saat ini, ia masih menunggu material yang diperlukan seperti kabel yang akan tiba dalam waktu beberapa hari ke depan. Untuk pembayaran fasilitas umum tersebut ditanggung desa yang besarannya sama per hitungan per langganan sebesar Rp3,5 juta.
Manager PT PLN Ranting Teluk Kuantan Faisal yang dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (20/5) membenarkan rencana segera akan dilakukan pemasangan aliran listrik di Desa Mudiak Ulo, Kecamatan Hulu Kuantan dalam waktu dekat ini. Memang dalam waktu dekat ini, kita akan lakukan pemasangan aliran listrik ke Desa Mudiak Ulo dalam waktu dekat ini. Tapi itu baru untuk fasilitas umum atau sosial,’’ ujarnya.
Dikatakannya, aliran listrik untuk fasilitas sosial seperti sekolah dan sarana rumah ibadah tersebut lebih kurang sepanjang 11 kilometer. Ini merupakan jaringan listrik yang dibangun Pemkab Kuansing 2008 lalu melalui program Kerja Sama Operasional (KSO) dengan pihak PLN. Saat ini tinggal menunggu material untuk pemasangan aliran listrik ke Desa Mudiak Ulo.(dac).Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Kuansing Undang Tiga Negara

Even Pacu Jalur
TELUK KUANTAN
-Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kuantan Singingi, Tarmis mengatakan, pada even pacu jalur yang berlangsung 29 Juli hingga 1 Agustus 2010 mendatang, akan mengundang peserta dari Singapura, Malyasia dan  Brunei Darusalam. "Undangan ini sudah dapat persetejuan dari Bupati dan kita berharap negara yang diundang tersebut keseluruhannya berkesempatan hadir. Undangan ini dirasa perlu sebagai negara tetangga dan untuk lebih mempromosikan pacu jalur ke berbagai negara," ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/5).
Disebutkannya, untuk kegiatan pembukaannya telah dikonsultasikan dengan Bupati Kuansing H Sukarmis dan Sekeretaris Daerah Zulkifli. Ditetapkan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan RI Jero Wacik akan hadir.
"Inilah rencana kita untuk pacu jalur tahun ini. Sedangkan untuk hadiah bagi pemenang berupa uang namun hadiah ternak tetap disediakan, sebagai bukti kegiatan tradisional. Selain itu, kita merencanakan hadiah akan ditingkatkan dari tahun sebelumnya, namun berapa angka pastinya belum tahu dan tergantung anggaran," ujarnya.
Sebelum pacu jalur tingkat nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan digelar, diselenggarakan juga pacu jalur mini tradisional selama dua hari sejak tanggal 27 hingga 28 Juli 2010.
Seperti biasanya,  sebelum pelaksanaan pacu jalur tingkat nasional digelar, akan diawali ditingkat rayon di kecamatan. Untuk rayon pertama, yaitu Kecamatan Inuman, Kecamatan Singingi Hilir, Kecamatan Cerenti dan Kecamatan Logas Tanah Darat sekitar tanggal 5 sampai 7 Juli di Cerenti.
Rayon dua, yaitu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kecamatan Kuantan Mudik dan kecamatan Gunung Toar dilaksanakan di Desa Sungai Pinang tanggal 15 hingga 17 Juli 2010.
Kemudianm rayon tiga, yaitu Kecamatan Kuantan Tengah Kecamatan Benai dan Kecamatan Pangean diadakan di kecamatan Pangean tanggal 19 hingga 21 Juli 2010.Source:Riaumandiri.com

»»  READMORE...

Pembangunan Untuk Generasi akan Datang

Bupati Kuansing H Sukarmis menegaskan, program pembangunan yang dilaksanakan saat ini untuk generasi yang akan datang. Untuk itu, diharapkan dukungan dari semua kalangan agar program pembangunan itu berjalan dengan lancar. Hal itu dikatakannya pada pengukuhan IKKS Pekanbaru, beberapa waktu lalu.
Disebutkannya, kepada warga Kuansing yang tinggal diluar Kuansing dan di Kuansing sendiri agar memberikan masukan. Pembangunan infrastruktur, baik jalan dan jembatan yang digesa penyelesaiannya bertujuan untuk memperlancar arus barang, dan jasa yang akan memberikan dampak pada perbaikan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan lancarnya arus barang dan jasa, hasil pertanian masyarakat akan mudah dipasarkan. Dengan demikian harga jual hasil bumi masyarakat akan bersaing dengan kompetitor dari luar.
Begitu juga dengan lancarnya perhubungan, arus barang yang masuk juga akan lancar dan berdampak pada harga jual kepada masyarakat yang juga rendah.
Tidak hanya infastruktur katanya, Pemkab juga terus menggesa pembangunan bidang lainnnya, seperti bidang perekonomian. Pembangunan ekonomi rakyat dilakukan melalui pembangunan bidang pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan lainnya. mad. Source:Riaumandiri.com

»»  READMORE...

Jalan Kotorajo-Benai Rusak Parah

Pemerintah Kabupaten Kuansing diminta segera melakukan langkah-langkah perbaikan ruas jalan lingkar Benai-Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir. Pasalnya, ruas jalan tersebut mengalami rusak parah.

Hampir setiap hari ada mobil masyarakat yang lewat terpuruk. Ini dikatakana Yandi salah seorang warga Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir kepada Riau Pos, Rabu (12/5) di Teluk Kuantan. Menurutnya, ruas jalan tersebut statusnya adalah ruas jalan kabupaten. Sehingga sudah sewajarnya pemerintah segera melakukan penanganan atau perbaikan.
Karena ruas jalan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan menuju 13 desa di seberang Sungai Kuantan di Kecamatan Kuantan Hilir melalui jalan darat. Menurutnya, meski saat ini masih bisa dilalui, tetapi kondisinya sudah rusak.
Warga yang melintas harus berhati-hati memilih jalan yang banyak berlubang. Parahnya, ketika musim hujan, ruas jalan tersebut di beberapa titik yang paling parah rusaknya menjadi sangat rawan. Becek dan rawan menjebak kendaraan roda empat yang melewatinya.
Ruas jalan ini, kata Yandi, juga menjadi satu-satunya akses yang menjadi penghubung Kecamatan Kuantan Hilir Seberang yang masih dalam pemekarannya di tingkat kabupaten. ‘’Ini juga satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan 13 desa di seberang Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Hilir yang akan dimekarkan,’’ tambahnya.
Dikatakannya, pembangunan di desa-desa seberang Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Hilir, tambah Yandi yang juga salah seorang tokoh pemuda masyarakat setempat, harus digesa Pemkab Kuansing. Pasalnya, pembangunan di wilayah ini di nilai sangat lambat. Masih banyak akses jalan yang belum terhubung, jalan yang belum diaspal, jembatan yang rusak serta beberapa sarana dan fasilitas pelayanan public lainnya.
Karena ini, kata Yandi, akan berdampak pada percepatan pembangunan di Kabupaten Kuansing khususnya di Kecamatan Kuantan Hilir dan peningkatan ekonomi masyarakat. Source: Riaupos.com

»»  READMORE...

Anggota DPRD Rohul Kunker ke Kuansing

Perhatian Pemkab Kuansing terhadap kesejahteraan guru dan pegawai di lingkungan Pemkab Kuansing, termasuk alokasi bantuan dana tunjangan kependidikan di bawah Departemen Agama (Kementerian Agama-red) yang sudah dilaksanakna selama ini, menjadi perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Pasalnya, Kabupaten Rohul baru pada 2009 lalu mengalokasikan dana untuk honor atau bantuan tunjangan untuk gharim. Sementara Kabupaten Kuansing, sudah memberikan bantuan pada guru kependidikan dibawah nauangan Departemen Agama, mulai dari guru MDA, guru surau, gharim serta guru PNS di bawah nauangan Depag.
Ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Rohul Anggota DPRD Kabupaten Rohul H Hasanuddin Nasution SH bersama Ketua Komisi III DPRD Rohul Rusli SSos dan anggota Komisi III DPRD Rohul lainnya, dalam dialog dengan Pemkab Kuansing, Rabu (12/5) di ruang multimedia kantor bupati.
Dialog ini dipimpin Sekda Drs H Zulkifli MSi, Wakil Ketua DPRD Kuansing Sardiyono AMd, Asisten I H Ridarman SH MM, sejumlah kepala dinas, badan, kabag di lingkungan Pemkab Kuansing. Sebelumnya, rombongan anggota DPRD Rohul ini sempat diterima Bupati Kuansing H Sukarmis dan melakukan foto bersama di tangga Kantor Bupati Kuansing.
Ketua DPRD Rohul H Hasanuddin Nasution SH mengatakan, maksud kedatangan mereka ke Kabupaten Kuansing adalah bermaksud untuk bertukar fikiran dengan Kabupaten Kuansing soal bantuan guru MDA di Kabupaten Rohul yang saat ini berjumlah sekitar 500 orang. Masalahnya, keberadaan mereka mendapatkan honor yang masih kecil. Sementara DPRD dan Pemkab Rohul ingin membantu kesejahteraannya.
Namun persoalannya, bagaimana sistemnya dan apa payung hukumnya, ini sedang dicari komisi III DPRD Rohul. ‘’Kami dengar, Pemkab Kuansing sudah melaksanakannya terlebih dahulu,’’ ujarnya di dalam pertemuan dengan Pemkab Kuansing.
Sekda Kuansing Drs H Zulkifli mengatakan, kebijakan membantu memberikan tunjangan pada tenaga kependidikan di bawah naungan Departemen Agama sudah dilaksanakan Pemkab Kuansing sejak 2006 lalu.
Pemberian bantuan tunjangan tersebut, didasarkan Surat Menteri Dalam Negeri (Dirjen BAKD) Nomor 903/210/BAKD tertanggal 27 Februari 2006 tentang dukungan dana APBD. Selain itu, sebagai upaya menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun yang merupakan agenda nasional yang wajib mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh pihak, baik oleh masyarakat maupun pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.
Untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah daerah Kabupaten Kuansing, kata H Zulkifli, memberikan tunjangan kepada tenaga kependidikan melalui APBD pada belanja tidak langsung kode rekening belanja hibah. Yaitu, bantuan tunjangan pegawai dalam rangka pengembangan Syiar Islam.
Jumlah yang dibantu Pemkab Kuansing saat ini sebanyak 165 orang tenaga kependidikan di bawah naungan Departemen Agama RI yang ditugaskan di Kabupaten Kuansing dengan status PNS yang di sesuaikan dengan golongan. Golongan IV sebanyak 39 orang Rp1,5 juta per bulan. Golongan III sebanyak 98 orang dengan bantuan Rp1.250.000,0 juta per bulan, dan golongan II sebanyak 28 orang dengan besaran Rp1 juta per bulan dengan total bantuan Rp2.508.000.000 per tahunnya.

Source: Riaupos.com
»»  READMORE...