Pages

Subscribe:

Jembatan Lubuk Jambi Kab.Kuansing Batal Dilanjutkan

Pembangunan jembatan Lubuk Jambi II yang dimaksudkan sebagai pengganti jembatan Lubuk Jambi yang ada sekarang, dipastikan batal untuk dilanjutkan. Pasalnya, seluruh material tiang pancang sisa pembangunan jembatan sudah diambil kembali pihak Pemerintah Provinsi Riau pekan kemarin.

Tak ada lagi sisa material jembatan yang tersisa di lokasi sejak tertunda pekerjaannya 2008 lalu. Anggota DPRD Riau asal Kuansing Muhammad Dunir SAg juga terkejut dengan hal itu. ‘’Saya diberitahu masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik, kalau sisa material tiang pancang sudah di bawa pergi tanpa tahu kemana dibawanya,’’ kata Muhammad Dunir pada Riau Pos, Sabtu (15/5) malam ketika menghadiri pelantikan pengurus IKKS Pekanbaru di Ratu Mayang Garden Hotel Pekanbaru.
Dunir yang berasal dari Kecamatan Kuantan Mudik ini mempertanyakan kemana perginya dan dibawanya sisa material tiang pancang pembangunan Lubuk Jambi II ini. Apakah memang sudah pasti tidak akan dilanjutkan lagi dan apa persoalannya.
Sebagai anggota DPRD Riau, Dunir berencana akan meminta penjelasan pada pihak Pemprov Riau melalui dinas terkait. Karena, kondisi jembatan Lubuk Jambi yang ada sekarang sudah melewati batas umur teknisnya. Sehingga sudah selayaknya diganti.
‘’Memang ketika itu, ada persoalan soal pembebasan lahan yang buntu. Tetapi seharusnya, tim Pemkab Kuansing terus melakukan pendekatan pada masyarakat, bukan sebaliknya membiarkan begitu saja. Ini sarana masayarakat yang harus dilanjutkan,’’ ujarnya.
Terkait dengan itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Mineral Kuansing Sabri SSos di tempat yang sama secara terpisah membenarkan kalau sisa material tiang pancang pembangunan Lubuk Jambi II tersebut sudah di ambil kembali Pemrov Riau.
‘’Sekarang, tiang-tiang pancang tersebut dialihkan ke Japura Rengat, Kabupaten Inhu yang juga tengah memerlukannya,’’ katanya.
Pembangunan jembatan Lubuk Jambi II ini, kata Sabri tertunda akibat tak tuntasnya persoalan sosial dan pembebasan lahannya. Sehingga, tidak bisa dilanjutkan. Ganti rugi lahan dan persoalan sosial yang menyebabkan pembangunannya tak bisa dilanjutkan.
Tim Kabupaten, kata Sabri, sudah berupaya menyelesaikan soal pembebasan lahan tersebut. Tapi ganti rugi yang ditawarkan terlalu tinggi. Kendati begitu, lanjut Sabri, kemungkinan untuk dilanjutkan masih bisa. Itu bila saja, ada surat jaminan dan tertulis dari Pemkab (Bupati-red) yang menyebutkan kalau persoalan pembebasan lahan dan sosial sudah tuntas. ‘’Pihak Departemen PU masih menunggu surat itu hingga bulan Agustus 2010,’’ ujarnya.

Source: Riaupos.COm
»»  READMORE...

Jembatan Sungai Tolang Desa Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi Putus Total

Jembatan sungai tolang Desa Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi putus total. Jembatan ini, sejak dua pekan ini sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Akibatnya, masyarakat setempat harus melansir hasil produksi perkebunan sawit dan karet dengan menggunakan gerobak.

‘’Masyarakat Desa Pangkalan Indarung terpaksa melansir hasil perkebunan sawit dan karet mereka dengan menggunakan gerobak meniti jembatan tersebut,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Kuansing Jon Tikal kepada Riau Pos, Selasa (18/5) di Gedung DPRD Kuansing.
Jon Tikal mengatakan, Komisi C bahkan sudah menerima pengaduan secara tertulis dari Pemerintah Kecamatan Singingi yang disampaikan melalui surat Nomor 600/PMD/2010/146 tertanggal 27 April 2010. Posisi jembatan kayu ini berjarak lebih kurang 12 Kilometer dari ruas Jalan Muara Lembu.
Menurut laporan warga, jembatan yang terbuat dari kayu tersebut bagiannya sudah hancur, sehingga tidak bisa lagi di lalui kendaraan roda dua dan roda empat. Masyarakat terpaksa meniti jembatan di atas kayu setapak untuk mengangkat hasil produksi tanaman perkebunan sawit, karet dan lainnya melintasi jembatan dengan sebuah gerobak.
Kondisi ini tidak saja akan menghambat mobilisasi hasil perkebunan dan pertanian masyarakat sebagai mata pencaharian mereka. Akan tetapi juga akan menghambat aktivitas masyarakat setiap harinya.
Sejauh ini, Komisi C DPRD Kuansing belum turun melakukan peninjauan lapangan. Namun dalam waktu dekat, Komisi C akan turun untuk melakukan peninjauan ke lapangan. Diakuinya, posisi jembatan tersebut berada di ruas Jalan Lintas Muara Lembu-Pangkalan Indarung-Hulu Kuantan yang statusnya adalah ruas jalan provinsi.
Namun mengingat begitu pentingnya, keberadaan sarana jembatan tersebut, Jon Tikal, meminta agar Pemkab Kuansing melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Sehingga, akses lalu lintas masyarakat Desa Pangkalan Indarung, ke Muara Lembu yang menjadi ibu Kota kecamatan Singingi atau lainnya bisa kembali lancar dan tidak terhambat. ‘’Kita berharap pemkab segera melakukan langkah penanganan darurat,’’ ujarnya.

Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan
desriandicandra@riaupos.com Sorce: Riaupos.com

»»  READMORE...

Sukarmis Kembali Pimpin Tarbiyah Islamiyah

Di arena Musyawarah Cabang (Muscab) III Persatuan Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing yang dilangsungkan Rabu (19/5) di Balai Pertemuan Adat Teluk Kuantan, H Sukarmis kembali terpilih untuk yang kedua kalinya memimpin salah satu organisasi Islam terbesar di Kabupaten Kuansing tersebut.

Langkah H Sukarmis untuk menduduki jabatan posisi Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing periode 2010-2015, berjalan mulus. Pasalnya, seluruh peserta Muscab sepakat mengajukan H Sukarmis yang nota benenya adalah Bupati Kabupaten Kuansing saat ini sebagai calon tunggal.
‘’Peserta Muscab sepakat, mengajukan beliau (H Sukarmis-red) sebagai calon tunggal. Secara otomatis, beliau langsung menjadi Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing untuk kedua kalinya dan sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur,’’ kata Sekretaris Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing Samsi SE yang dikonfirmasi Riau Pos, disela-sela pelaksanaan Muscab.
Sementara, untuk penyusunan kepengurusan harian secara lengkap termasuk sekretaris umum, Samsi menyebutkan adalah wewenang dari Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing terpilih.
Muscab III Persatuan Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing dihadiri pula Wakil Ketua Drs H Ramli Khatib Persatuan Tarbiyah Islamiyah Provinsi Riau, Aliman Ibrahim MA serta beberapa orang pengurus lainnya. Kegiatan ini diikuti pengurus daerah TI Riau, pengurus cabang Tarbiyah Kabupaten Kuansing 36 orang, PAC, unsur PC Perwati dan Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah (IPTI) dengan jumlah sebanyak 105 orang. Selain itu, hadir sebagai peninjau unsur agama, pendidik dan tokoh masyarakat yang kesemuanya berjumlah sebanyak 115 orang.
Ketua Tarbiyah Islamiyah Provinsi Riau yang diwakili Wakil Ketua Drs H Ramli Khatib mengatakan, program kerja Tarbiyah ke depan betul-betul dapat menyentuh kepentingan masyarakat kecil di desa-desa, terutama umat Islam. Karena, pengurus Tarbiyah Islamiyah Riau masih menerima laporan tentang desa yang terpaksa meminjam penyelenggaraan jenazah dari luar desa lain, khatib yang tidak ada.
Karena itu, program TI bagaimana menumbuhkan ulama-ulama di desa yang bisa menjadi pembimbing dalam penyelenggaraan salat jenazah, khatib, pembaca doa dan lainnya. Sementara, desa terus berkembang dan dimekarkan. ‘’Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. ‘’Yang disebut Tarbiyah adalah pendidikan, dakwah, serta kegiatan sosial lainnya,’’ ujarnya.
Pengurus Tarbiyah Islamiyah Riau menilai kalau Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing telah menunjukkan keberhasilan dari cabang-cabang lain di Riau. Sudah banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan selama ini.
Sementara Bupati Kuansing H Sukarmis yang membuka muscab ini mengatakan, kalau sejak kepemimpinanya dengan Mursini, sejak 2006 lalu sudah memberikan bantuan honor bagi guru MDA, khatim, gharim, imam. Ini sudah dicanangkannya ketika akan maju dalam Pilkada Kuansing.
Sebagai upaya untuk menyemarakan masjid, musala dan surau. Langkahnya dengan mewajibkan anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP harus bebas buta aksara Alquran dengan mendapatkan sertifikat dari MDA.
Di tahun-tahun pertama, sebanyak hampir 5.000 orang santri MDA se-Kabupaten Kuansing diwisuda. Angka ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun selanjutnya. Pemkab juga memberikan bantuan bagi organisasi keagamaan yang ada di Kabupaten Kuansing yang dianggarkan dalam APBD Kuansing. Yang kesemuanya itu, adalah untuk mengembangkan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kuansing. Source: Riaupos.com

»»  READMORE...

Jalan Kotorajo-Benai Rusak Parah

TELUK KUANTAN (RP) - Pemerintah Kabupaten Kuansing diminta segera melakukan langkah-langkah perbaikan ruas jalan lingkar Benai-Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir. Pasalnya, ruas jalan tersebut mengalami rusak parah.

Hampir setiap hari ada mobil masyarakat yang lewat terpuruk. Ini dikatakana Yandi salah seorang warga Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir kepada Riau Pos, Rabu (12/5) di Teluk Kuantan. Menurutnya, ruas jalan tersebut statusnya adalah ruas jalan kabupaten. Sehingga sudah sewajarnya pemerintah segera melakukan penanganan atau perbaikan.
Karena ruas jalan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan menuju 13 desa di seberang Sungai Kuantan di Kecamatan Kuantan Hilir melalui jalan darat. Menurutnya, meski saat ini masih bisa dilalui, tetapi kondisinya sudah rusak.
Warga yang melintas harus berhati-hati memilih jalan yang banyak berlubang. Parahnya, ketika musim hujan, ruas jalan tersebut di beberapa titik yang paling parah rusaknya menjadi sangat rawan. Becek dan rawan menjebak kendaraan roda empat yang melewatinya.
Ruas jalan ini, kata Yandi, juga menjadi satu-satunya akses yang menjadi penghubung Kecamatan Kuantan Hilir Seberang yang masih dalam pemekarannya di tingkat kabupaten. ‘’Ini juga satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan 13 desa di seberang Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Hilir yang akan dimekarkan,’’ tambahnya.
Dikatakannya, pembangunan di desa-desa seberang Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Hilir, tambah Yandi yang juga salah seorang tokoh pemuda masyarakat setempat, harus digesa Pemkab Kuansing. Pasalnya, pembangunan di wilayah ini di nilai sangat lambat. Masih banyak akses jalan yang belum terhubung, jalan yang belum diaspal, jembatan yang rusak serta beberapa sarana dan fasilitas pelayanan public lainnya.
Karena ini, kata Yandi, akan berdampak pada percepatan pembangunan di Kabupaten Kuansing khususnya di Kecamatan Kuantan Hilir dan peningkatan ekonomi masyarakat.(dac)

»»  READMORE...

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab

Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan
desriandicandra@riaupos.com
Sekda Kabupaten Kuansing Drs H Zulkifli MSi mengatakan, kalau Pemkab Kuansing yang saat ini memasuki usia 11 tahun. Dalam pelaksanaan pembangunan selalu mengutamakan skala prioritas pembangunan di bidang pendidikan. Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Kuansing ke depannya.

Ini disampaikannya ketika menghadiri syukuran dinegerikannya MAN dan MIN Kecamatan Pangean, Rabu (12/5). SDM, lanjut H Zulkifli, adalah salah satu skala prioritas pembangunan yang dicanangkan di awal-awal pembentukan Kabupaten Kuansing dulunya.
Pemkab Kuansing di 2010 ini tetap konsisten memberikan perhatian lebih di sektor pendidikan, yakni mengalokasikan anggaran 23 persen dari APBD Kuansing di 2010 ini. Tetapi ini bukan saja untuk pendidikan umum, akan tetapi juga soal pendidikan keagamaan.
SDM adalah investasi yang bisa memberikan rangkaian sinergi ke depannya. Pendidikan di bidang agama, maupun kemajuan pendidikan secara umumnya tidak akan lepas dari peran serta orang tua wali murid yang berkewajiban dalam memajukan pendidikan. Selanjutnya adalah peran serta dari tokoh masyarakat dan anggota masyarakat yang peduli dengan pendidikan seperti Yayasan Darussalam Pangean ini.
Sementara komponen terakhir yang berperan penting dalam memajukan pendidikan adalah, pemerintah. Terkait dengan pengembangan sekolah yang diusulkan pihak yayasan, H Zulkifli, menilai kalau itu cukup sulit. Karena lahannya yang sangat sempit. Karena itu pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat Pangean dapat membantu melakukan pembebasan lahan untuk pengembangannya. ‘’Insya Allah di 2011 bisa kita anggarkan,’’ ujarnya.
Namun soal pembebasan lahan tersebut, pemerintah mengharapkan dengan harga yang wajar. Kemajuan pendidikan ini, juga tergantung pada anak didik, orang tua untuk memajukan sekolah. Usai di negerikan, yang selanjutnya perlu diperhatikan adalah soal kualitas pendidikan.
Kanwil Kementerian Agama Riau H Asyari Nur menyebutkan kalau Kecamatan Pangean termasuk kecamatan spesial di Indonesia. Karena, di sini ada MTs, MIN, MAN. Pembangunan agama paling cepat dan mudah. Karena sebagian sarana yang diperlukan untuk pendidikan keagamaan tersebut, seperti masjid, musola sudah dibangun masyarakat.
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di bidang keagamaan ini, Kementerian Agama Riau komit melakukannya. Ini dibuktikan dengan di sekolahkannya sejumlah orang yang memiliki prestasi dan potensi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak saja di perguruan tinggi di Pulau Jawa, tetapi juga di perguruan tinggi yang ada di luar negeri, seperti ke Negara Australia, New Zeland dan lainnya.
Pihaknya juga komitmen untuk ‘’mengawal’’ keberadaan MAN di Riau. Untuk mengatasi kekurangan guru, Kanwil Kementerian Agama Riau telah mengancang-ancang kebijakan dalam perekrutan guru di MAN yakni, perekrutannya dilakukan langsung oleh sekolah. Sehingga guru yang di tempatkan bisa konsentrasi dalam proses belajar mengajar dan tidak berpindah-pindah.(nto)

»»  READMORE...

Kelahiran GYM , Sebuah Geliat Hijau di Kuantan Singingi


Senang rasanya,,,
Serasa punya sahabat baru, serasa punya saudara baru…Ketika mengelola program usaha perlindungan sungai Kuantan ( Harmonisasi untuk Kuantan - Kuantan Cares ) di Kuantan Singingi. Rasanya sangat berat saat seorang diri memimpikan, merancang dan mempromosikan program itu di tengah-tengah remaja Kuantan Singingi, sendiri bermimpi seringkali membuat cita-cita serasa berubah menjadi khayalan,, tapi saat hari H tiba, saat tenda-tenda didirikan, saat bibit dan pupuk di tumpuk, .... ternyata ada adik-adik  dari SMK 3 , SMK 2 dan MAN yang sangat bersemangat menanam pohon ditambah lagi guru-guru pembina mereka yang sangat luar biasa, juga dukungan dari Pak Ardi Nashri Kepala Dinas Kehutanan  Kabupaten Kuantan Singingi yang setiap harinya selalu menanam pohon lebih dari 10 batang (soal menanam pohon ternyata bapak ini lebih rajin dibandingkan dengan aktivis lingkungan hidup manapun di kabupaten Kuantan Singingi).  Berkat mereka semuanya terasa jadi lebih mudah. Tebing sungai sepanjang1.5 KM digarap tuntas hanya dalam waktu 3 jam.
Semangat terasa makin menggebu-gebu,, ketika ratusan bibit di pinggiran sungai Kuantan menyuarakan harapan baru untuk ketersediaan suply oksigen di dunia, harapan baru untuk tumbuhnya pohon dengan akar-akar kokoh penahan abrasi DAS, tapi alam berbicara lain, curah hujan yang luar biasa dalam beberapa hari membuat sungai Kuantan meluapkan air nya kemana-kemana. Alhasil .. semangat dan harapan hancur lebur di hantam banjir bersamaan dengan terendamnya ratusan bibit pohon yang ditanam. Kecewa rasanya membayangkan usaha , kerja keras dan semangat dari seluruh peserta. Apalagi saat membayangkan wajah-wajah ceria peserta yang sibuk bercerita tentang pohon yang mereka tanam. Nanti akan jadi sebesar apa, nanti akan di pamerkan ke teman-teman, bahkan ada yang sampai berencana nanti akan mengajak anak-anak mereka untuk melihat pohon yang mereka tanam hari itu.
Merencanakan ulang penanaman terasa sangat berat, apalagi harus memulai lagi semuanya dari awal dan seorang diri. Membayangkan harus memotivasi kembali teman-teman yang mulai kehilangan semangat. Mengontak ulang dukungan-dukungan yang ada sambil menceritakan kegagalan kegiatan kemarin. Semuanya terasa sangat berat. Tapi ... setidak-tidaknya di antara semua hal yang memberatkan itu ada satu hal yang membuat ringan dan sangat menyenangkan.
Rasanya sangat menyenangkan melihat adik-adik mantan peserta Harmonisasi untuk Kuantan - Kuantan Cares ( Siswa/i MAN Teluk Kuantan ) menunjukkan keseriusan mereka untuk menjadi penggiat lingkungan hidup dengan mengukuhkan diri menjadi sebuah kelompok penggiat lingkungan hidup. Kelompok ini mereka beri nama GREEN YOUNG MOSLEM (GYM). Lebih menyenangkan lagi adalah saat mengetahui mereka terpilih sebagai Duta Lingkungan Hidup untuk wilayah Kabupaten Kuantan Singingi setelah lolos dari seleksi Green Student Ambassador yang diadakan Riau Pos ( meski mereka gagal untuk menjadi finalis propinsi ).
Selamat buat adik-adik di GYM Man Teluk Kuantan,, selamat menjadi Duta Lingkungan Hidup Kuantan Singingi, Selamat bergabung dalam usaha perlindungan lingkungan hidup, Selamat menjadi mitra untuk setiap usaha perlindungan lingkungan di Kuantan Singingi. Kelahiran kalian adalah sebuah geliat bagi lahirnya gerakan sosial masyarakat untuk melestarikan lingkungan hidup di Kuantan Singingi dan  Setiap aktifitas kalian akan menajdi harapan bagi kelestarian Lingkungan Hidup di Negri kita.


Source: www.facebook.com

»»  READMORE...