Pages

Subscribe:

Pacu Jalur Rayon II Telan Dana Rp182 Juta

TELUK KUANTAN (RP) - Kecamatan Hulu Kuantan yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Pacu Jalur tingkat kecamatan di rayon II (Kecamatan Kuantan Kuantan Mudik, Gunung Toar dan Hulu Kuantan) 2010, mulai melakukan berbagai persiapan. Bahkan panitia pelaksana pacu jalur tingkat kecamatan rayon II ini sudah dibentuk.

Terpilih sebagai Ketua Panitia Pelaksana Syamsudin Hasbi, Wakil Ketua Andi Cahyadi dan Andi Nurbai SP yang nota benenya adalah anggota DPRD Kabupaten Kuansing dari wilayah ini. Dari hasil pertemuan panitia pelaksana dengan pemerintah kecamatan, dana yang diperlukan untuk pelaksanaan iven pacu jalur tingkat kecamatan di rayon II ini memerlukan dana Rp182 juta.
Demikian dikatakan Camat Hulu Kuantan Drs Akhyan Armofis menjawab Riau Pos, Jumat (28/5) di Teluk Kuantan. Dikatakan Akhyan Armofis, mulai 1 Juni 2010 mendatang, panitia sudah akan bergerak mencari dan melakukan penggalangan dana pacu jalur ke donator-donatur.
Dalam rangka menyemarakan pelaksanaan pacu jalur tingkat kecamatan di rayon II 2010 ini, Akhyan Armofis meminta partisipasi seluruh masyarakat Kecamatan Hulu Kuantan. Karena kegiatan ini tidak saja untuk mengisi agenda kegiatan pacu jalur tingkat kecamatan yang sudah ditetapkan Pemkab Kuansing. Akan tetapi juga bersempena dengan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Kalangan pegawai negeri sipil, lanjut Akhyan Armofis, diminta untuk turut memberikan partisipasinya, kepala desa, sekretaris desa, ketua BPD, anggota BPD, masyarakat Hulu Kuantan di kampung halaman, maupun yang ada di Pekanbaru, serta kalangan donator yang tidak mengikat. Oleh sebab itu diharapkan partisipasinya dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Pemkab Kuansing, pelaksanaan pacu jalur tingkat kecamatan di rayon II ini, akan dilangsungkan mulai 15,16,17 Juli 2010 di arena perpacuan Topian Gudang Pulau Gobah Desa Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan.
Masyarakat Kecamatan Hulu Kuantan, juga diminta untuk meningkatkan kebersihan lingkungannya, terutama yang berada di ruas jalan utama hingga ke arena pacu jalur. Memasang umubul-umbul di depan rumah masing-masing hingga berakhirnya peringatan HUT Kemerdekaan RI, menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama masyarakat.(dac) .Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Anggaran Pacu Jalur Rp1,7 Miliar

Pelaksanaan iven Pacu Jalur Nasional sesuai dengan yang ditetapkan akan digelar 29 Juli-1 Agustus 2010 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Dalam estimasi panitia perhelatan akbar tradisi dan budaya masyarakat Kuansing ini, diperlukan dana lebih kurang Rp1,7 miliar.

‘’Estimasi sementara panitia Pacu Jalur Nasional 2010 ini mencapai Rp1,7 miliar,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kuansing Tarmis SPd MH menjawab Riau Pos, Selasa (25/5) di Teluk Kuantan.
Tarmis yang juga ditunjuk sebagai Ketua I, Panitia Pacu Jalur iven nasional mengatakan, dari jumlah anggaran tersebut yang dianggarkan dalam APBD Kuansing 2010 sebesar Rp1 miliar. ‘’Sesuai dengan hasil rapat Pacu Jalur iven nasional kemarin, dana kita yang dianggarkan Rp1 miliar,’’ ujarnya.
Sementara kekurangan dana Rp700 juta, akan diupayakan panitia Pacu Jalur melalui sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Misalnya pada pihak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kuansing serta sejumlah donatur lain yang tidak mengikat.
Dana ini, kata Tarmis, mengalami peningkatan dibandingkan 2009 lalu sebesar Rp1,63 miliar. Menyinggung soal bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau Tarmis menyebutkan, panitia sedikit kecewa. Pasalnya, pelaksanaan tradisi dan budaya Pacu Jalur yang digelar setiap tahun di Teluk Kuantan, tidak dianggarkan dalam APBD Riau 2010.
Padahal, skala iven Pacu Jalur ini sudah masuk kalender pariwisata Riau. ‘’Ini yang kita herankan,’’ ujarnya. Karena itu, untuk mencari dukungan dana dari Provinsi Riau, panitia terpaksa melayangkan proposal pada Pemprov Riau yang besarannya tentu terbatas. Tahun 2009 saja, Pemerintah Provinsi Riau hanya mengucurkan dana Rp50 juta.
Untuk pelaksanaan pembukaan Pacu Jalur iven nasional, Tarmis menyebutkan, masih belum final. Namun dalam pertemuan kemarin sepakat, mengusulkan pembukaan iven Pacu Jalur di Lapangan Limuno Teluk Kuantan.Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com.

»»  READMORE...

Kelulusan PBUD UNRI: Alumni SMAN Pintar (Sang Perintis) Kuansing Lulus PBUD di UNRI 2010

Kelulusan PBUD UNRI: Alumni SMAN Pintar (Sang Perintis) Kuansing Lulus PBUD di UNRI 2010. Hari ini, 27 Mei 2010 saya menerima SMS dari Ananda Rizke Wilianti (Alumni SMAN Pintar 2010), yaitu lulusan perdana SMAN Pintar Kuantan Singingi  yang biasa disebut Sang Perintis. Mengabarkan Alumni SMAN Pintar yang tersebut namanya dibawah ini Lulus dalam Program Program Bibit Unggul Daerah (PBUD) sebagai berikut:

 

Almuni Siswa SMAN Pintar yang lulus PBUD di Universitas Riau (UNRI) 2010

 

1. Rini Aptriani               Fakultas Kedokteran

2. Vany Restu Aji           FMIPA Jurusan Matematika

3. Adika Saputra            Fakultas Teknik Jurusan Tekni Kimia

4. Tri Anung Anin Dita    Fakultas Ilmu Sosial dan Poltik Jurusan Ilmu Pemerintahan

5. Wiriyanto Aswir          Fakultas Ilmu Sosial dan Poltik Jurusan Ilmu Pemerintahan

6. Indra Gunawan           Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan  JurusanPenjaskes

7. Fitriani                       Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan Jurusan

                                     Pendidikan Olaharaga

8. Resi Nurhami Putri     Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan Jurusan

                                     Pendidikan Olaharaga

9.  Aira Minwa                Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan Jurusan Bahasa Jepang

10. Liza Anggraini         Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan Jurusan Pendidikan Fisika

11.Raja Silvi Nur Adrian    Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen

    Klik Namanya Untuk Menuju Blog Pribadinya

Selamat dan Sukses bagi Alumni SMAN Pintar Kuantan Singingi yang telah lulus PBUD. Berikanlah yang terbaik serta kembali mengabdi di Kabupaten Kuantan Singingi. Di Tunggu Kedatangan Ananda Semuanya membawa Kuantan Singingi ke Kancah Dunia. Salam AKI . Source: www.ronaldorozalino.com

»»  READMORE...

Kasus Perselingkuhan dan Perceraian Marak-Maraknya

Sekda Kuansing Drs H Zulkifli MSi mengaku dibuat gerah dengan maraknya kasus perselingkuhan yang menyebabkan pada muara perceraian yang saat ini marak. Kasus ini terjadi antara sesama pegawai di lingkungan Pemkab Kuansing.

‘’Image orang, di Kuansing inilah yang banyak kasus perselingkuhan yang bebas. Kasus merebut suami orang, dan ini menyebabkan rumah tangga menjadi berantakan. Akibatnya mereka bercerai,’’ ujar Sekda Kuansing Drs H Zulkifli MSi ketika memimpin ekspos e-Goverment di ruang multimedia kantor bupati.
Pertemuan ini dihadiri seluruh kepala dinas dan badan, kabag, camat di lingkungan Pemkab Kuansing. Sebelum memimpin rapat, Sekda H Zulkifli beberapa kali menanyakan keberadaan Kepala BKD Kuansing Drs Muharman MPd yang tak nampak saat akan dimulai. Dia langsung meminta Kabag Umum Setda Kuansing Jafrinaldi AP untuk menghubungi Kepala BKD.
Sesaat setelah Kepala BKD Kuansing Drs Muharman MPd tiba, barulah pertemuan tersebut dimulai. Rupanya, kehadiran Kepala BKD dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan kasus perselingkuhan kalangan pegawai di lingkungan Pemkab Kuansing yang sudah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.
Dia sudah mengingatkan seluruh Satker di lingkungan Pemkab Kuansing, terutama BKD sebagai Satker yang memiliki kewenangan soal kepegawaian, Inspektorat dan Satpol PP untuk memberikan sanksi tegas. ‘’Kalau dilihat banyak, tak bisa disebutkan satu persatu lagi,’’ ujarnya dengan nada kesal.
Akibat kasus itu, banyak pegawai yang saat ini tengah mengurus perceraiannya. ‘’Padahal, berdasarkan PP Nomor 80/1985, tegas-tegas menyebutkan siapa yang mengambil suami orang, maka dia harus berhenti. Tapi sampai di tingkat MA justru menang,’’ ujarnya.
Disisi lain, Sekda H Zulkifli juga menyebutkan menurunnya kedisiplinan para pegawai di lingkungan Pemkab Kuansing saat ini. Banyak para pegawai yang tidak apel pagi, apel sore, pulang lebih awal sebelum jam kerja, tidak masuk kantor pada saat kepala dinas dan badan pimpinannya bila tidak berada di tempat.
Karena itu, dia meminta BKD, Inspektorat, Satpol PP untuk melakukan penegakan disiplin pegawai. Pasalnya, disiplin kepegawaian di lingkungan Pemkab Kuansing masih rendah. Diawal-awal ketiga lembaga ini, kata Zulkifli aktif melakukan sidak para pegawai, tetapi sekarang tidak lagi berjalan.
‘’Saya minta lakukan kembali sidak pegawai,’’ ujarnya. Para pegawai yang keluyuran saat jam kerja, lanjut Zulkifli, sering ditemukan langsung Bupati Kuansing H Sukarmis yang sering melakukan sidak, bahkan hingga ke kecamatan. Satker diminta memfungsikan dan mengingatkan para pegawainya.
Termasuk di kecamatan, karena banyak kegiatan di kabupaten, camat sering ke kabupaten. Namun, saat camat tidak ada di tempat karena camat tidak ada di tempat. BKD diminta memberikan sanksi yang tegas pada pegawai yang tidak disiplin dan berulang-ulang kali melanggar disiplin pegawai.
Misalnya, dengan mengurangi uang Kesra atau sanksi lainnya. Bahkan, ada lagi pegawai yang tidak masuk kerja. ‘’Kalau ini memang realitanya, tolonglah. Bersama-sama BKD, Inspektur Kabupaten, harus kita naikan. Kalau perlu kita proses untuk pemberhentiannya,’’ ujarnya.(dac)

Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Penderita Gizi Buruk Meningkat Tahun 2010

Kasus gizi buruk di 2010 ini mengalami peningkatan dari 2009 lalu. Mulai Januari hingga 19 Mei 2010, tercatat sebanyak tujuh orang balita asal Kabupaten Kuansing mengalami kasus gizi buruk.

Kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Kuansing sampai dengan Mei 2010 terdapat tujuh orang balita penderita. Ketujuh balita yang mengalami kasus gizi buruk yakni, Salma Aura asal Muara Lembu Kecamatan Singingi, usia 30 bulan saat ditemukan dengan berat badan 8,3 kilogram, tinggi badan 82,3 cm, yang mengalami penyakit penyerta kelainan jantung, yang akhirnya meninggal dunia 9 Februari 2010 lalu.
Selanjutnya, Sakbani asal Muara Lembu, Kecamatan Singingi, usia 4 tahun saat ditemukan berat badan 9,1 kilogram, tinggi badan 81,2 cm, mengalami anemia sebagai penyakit penyerta dan ditemukan pada 23 Maret 2010 dengan status Maramus Kwashiorkor. Nara Triwisalian asal Muara Lembu Kecamatan Singingi, usia 9 bulan, saat ditemukan 23 Maret 2010 berat badan 5,1 kilogram, tinggi badan 63,4 cm mengalami penyakit penyerta flu paru-paru dengan status Maramus.
Acha Uli Septina asal Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik, usia tiga bulan, saat ditemukan berat badan 2,8 kilogram, tinggi badan 53 cm, mengalami penyakit penyerta labio palato yang memiliki tanda klinis 23 April 2010. Ahmad Fikri asal Desa Sukaping Kecamatan Pangean, usia 12 bulan, berat badan 6,4 kilogram, tinggi badan 68 cm, mengalami scoring TB yang ditemukan 7 Mei 2010. Revi Yandra asal Desa Siberakun Benai, usia 20 bulan, berat badan 7,5 kilogram, tinggi badan 72 cm, mengalami penyakit penyerta febris gizi buruk yang ditemukan 11 Mei 2010 lalu. Terakhir, Martini usia 14 bulan asal Desa Pebaun Hilir Kecamatan Kuantan Mudik yang baru masuk 19 Mei 2010 di RSUD Teluk Kuantan
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kuansing dr Hoppy Dewanto Mkes yang dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (20/5). Rata-rata, kata Hoppy, balita yang mengalami kasus gizi buruk ini, berasal dari keluarga kurang mampu dan miskin. Kasus gizi buruk dikarenakan adanya penyakit penyerta yang didera balita yang bersangkutan. Misalnya, diare, panas tinggi yang tak henti-hentinya sehingga berdampak pada penurunan fisik balita yang bersangkutan. ‘’Kasus gizi buruk itu, sudah ujung-ujungnya atau klimaks dari penyakit yang didera balita yang bersangkutan,’’ kata Hoppy.
Selain itu, kasus gizi buruk terjadi kurang terkontrolnya kondisi kesehatan masyarakat di tingkat pedesaan. Padahal, Dinas Kesehatan sudah jauh-jauh hari menginstruksi pada puskesmas, pustu, poskesdes maupun posyandu untuk melakukan sosialisasi pelayanan kesehatan masyarakat di pedesaan. Namun, para orang tua masih jarang memanfaatkan sarana dan fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah tersebut.
Akibatnya, kondisi kesehatan masyarakat terutama balita tidak terkontrol. Sehingga kegiatan ini bertujuan agar penyakit masyarakat bisa diketahui secara dini. Selain itu, penanganan kasus gizi buruk, harus dilakukan lintas sektoral. Misalnya, soal gizi dan pangan masyarakat.
Untuk penanganan kasus gizi buruk, bila ada temuan, Dinas Kesehatan mengusulkan pembiayaannya pada Bagian Kesra Setda Kuansing. Begitu juga dengan dua balita yang masih dirawat di RSUD saat ini.SOurce:Riaupos.com

»»  READMORE...

17 Ribu Warga Kuansing di Pekanbaru

Bupati Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) H Sukarmis menyebutkan, di Kota Pekanbaru terdapat 17.000 jiwa warga asal Kuansing menjadi warga Kota Pekanbaru.

Hal itu dikatakan Bupati Kuansing H Sukarmis, Sabtu (15/5) malam bertempat di Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru di sela-sela pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru. Pelantikan pengurus IKKS Pekanbaru periode 2010-214 dihadiri pula Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah. Selain itu, hadir Ketua DPRD Kuansing Muslim SSos, Wakil Bupati Drs H Mursini MSi, Sekda Drs H Zulkifli MSi beserta istri, asisten, kepala dinas, kepala badan, kabag, camat serta masyarakat Kuansing di Pekanbaru.
Ia yakin, warga asal Kuansing yang ada di Kota Pekanbaru itu tidak akan merepotkan Kota Pekanbaru. Namun justru akan banyak membantu. Saat ini Kabupaten Kuansing tengah galak-galaknya membangun. Namun diusianya yang baru 10 tahun, pembangunannya tentu takkan sepesat Kota Pekanbaru. Tapi bila seumur Kota Pekanbaru, ia yakin Kuansing akan sepesat Kota Pekanbaru.
Selain itu, Sukarmis juga menyampaikan tentang beberapa rencana pembangunan lainnya yang telah dan akan dilaksanakan. Misalnya, Sukarmis juga menyampaikan, kalau Kuansing menjadi tuan rumah MTQ Riau 2010. Saat ini sedang di gesa pembangunan Masjid Agung Kabupaten Kuansing. Masjid Agung itu sendiri ditargetkan tuntas pada Juli 2010. Rencananya, peresmian Masjid Agung Kabupaten Kuansing, Sport Center, Sekolah Pintar yang akan diresmikan Presiden RI. Dirinya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Riau tentang hal itu.
‘’Pak Gubernur menanyakan apakah mungkin siap, saya juga ragu apakah siap 100 persen atau tidak. Tapi Masjid Agung ini akan siap bisa digunakan,’’ ujarnya.
Selain itu, Sekolah Pintar, pembangunan universitas di Kabupaten Kuansing yang mana Pemkab juga sudah mengalokasikan dana sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks). Bahkan logonya juga sudah siap.
Pengurus IKKS yang dilantik itu diantaranya terdiri, Ketua Umum H Syarif Hidayat SH, Ketua Harian Ir Endrianto Ustha MM, Sekum Muhammad Dunir SAg, Bendahara Umum Drs H Adrian ALI, Bendahara Hj Supriati Mahdili dan sejumlah tokoh masyarakat Kuansing yang berdiam di Pekanbaru.
Ketua Umum IKKS Pekanbaru terpilih H Syarif Hidayat SH mengatakan, kepengurusan IKKS Yang baru adalah hasil Mubes Januari 2010 lalu. Pihak pengurus sebetulnya, ingin segera menggelar pelantikan pengurus baru. Syarif mengatakan, kalau dirinya mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum IKKS Pekanbaru 2010-2014 menggantikan H Taswin Yacub.
Dirinya menyadari ini adalah amanat yang tidak mudah. Karena besar harapan masyarakat Kuansing di Pekanbaru. Berdasarkan data, lebih kurang 17.000 jiwa masyarakat Kota Pekanbaru adalah berasal dari Kuansing. Tetapi begitu, masyarakat Kuansing di Pekanbaru sama-sama ikut membangun kota Pekanbaru.
Dulunya, masa kepengurusan IKKS Pekanbaru hanya lima tahun. Tetapi berdasarkan AD/ART yang baru disahkan, kepengurusan IKKS Pekanbaru sekarang hanya empat tahun. Sebagai organisasi, dirinya dan kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun Kabupaten Kuansing yang saat ini dipimpin H Sukarmis, yang sudah banyak mengalami kemajuan. Selain itu, sebagai bagian dari Kota Pekanbaru, masyarakat Kuansing juga turut membangun Kota Pekanbaru sebagai tempat tinggal, dan bermata pencaharian di Kota Pekanbaru. ‘’Karena itu Pak Wali Kota mau menerima kami sebagai bagian masyarakat Kota Pekanbaru,’’ ujar Ketua Komisi D DPRD Riau ini.
Diakui Syarif, kepengurusan yang baru sekarang sebagian banyak dari kalangan generasi muda. Sehingga, masih banyak yang harus ditunjuki ajar dari tokoh masyarakat Kuansing dan Wali Kota Pekanbaru sendiri.
Dalam pelantikan ini, dihadiri Ketua IKKS Rohul, Inhil, selain itu beberapa kepengurusan IKKS di beberapa kabupaten di Riau lainnya. Ke depan, setelah pelantikan ini akan digelar raker yang membahas program kerja masyarakat Kuansing di Pekanbaru yang perlu masukan yang di Pekanbaru dan di Kuansing sendiri.
Syarif menyebutkan, IKKS diharapkan dapat mendapatkan penilaian yang baik dari Wali Kota Pekanbaru. Mencari kantor IKKS yang baru. Bagi IKKS kantor atau sekretariat ini sangat penting. Karena tak mungkin bekerja atau melahirkan ide-ide tanpa ada kantor atau sekretariat IKKS sendiri.
Ke depan, IKKS tidak hanya sebagai organisasi kekeluargaan. Tapi bisa menjadi suatu unit usaha yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Kuansing di Pekanbaru. Ia berharap, dukungan ini terus ditunjukan dalam kepengurusan IKKS hingga akhir masa jabatan dari Pemkab dan warga Kuansing di Pekanbaru dan di Kabupaten Kuansing sendiri.
Prof DR M Diah selaku salah seorang tokoh masyarakat Kuansing mengharapkan janji atau rencana yang sampaikan pengurus baru hendaknya dilaksanakan. Misalnya, menjalin komunikasi yang baik dengan Bupati Kuansing dan Wali Kota Pekanbaru, menyerap aspirasi masyarakat Kuansing di Pekanbaru. Mantan Rektor Unri ini mengingatkan, keseriusan pada pengurus IKKS Pekanbaru yang baru. Bila ini dijalankan oleh kepengurusan IKKS Pekanbaru yang baru, M Diah menyebutkan siap mendukung kepengurusan yang baru.
Sedangkan, Ketua Panitia pelaksana, yang juga Sekum IKKS Pekanbaru Muhammad Dunir SAg menyebutkan, kalau pelaksanaan pelantikan pengurus IKKS Pekanbaru rencananya akan dilaksanakan April 2010 lalu sesuai hasil rapat. Namun tertunda karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sehingga pelaksanaan pelantikan pengurus IKKS Pekanbaru baru bisa dilaksanakan hari ini.
Pelantikan pengurus IKKS Pekanbaru 2010-2014 ini sesuai dengan SK Nomor.001/03/III-P-SK/KKS/2010 yang dibacakan Ketua Harian IKKS Pekanbaru Ir Endrianto Ustha MM. Beberapa tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru seperti Letkol Pur Abas Jamil, Sumardi Taher, Drs Asrul Ja’afar, UU Hamidy masuk dalam jajaran penasehat dan pembina wadah masyarakat Kuansing di Pekanbaru ini.(nto)

Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com
»»  READMORE...