Pages

Subscribe:

7.500 Calon Siswa Baru akan Direkrut

7.500 Calon Siswa Baru akan Direkrut

Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com
Sesuai dengan keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kuansing, terhitung 28 Juni hingga 2 Juli 2010, dilakukan Penerimaan Siswa Baru (PSB). Sejumlah calon siswa baru pun berdatangan mengikuti pendaftaran.

Bahkan untuk jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK, jumlah siswa baru yang akan direkrut diperkirakan mencapai 7.500 orang siswa baru. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kuansing Drs H Alwis MSi melalui Kabid Menengah Umum dan Kejuruan Drs H Yuli Hermanto MM yang dikonfirmasi Riau Pos, Senin (28/6) di Teluk Kuantan.
Menurut Yuli Hermanto, untuk jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat, daya tampung sekolah diperkirakan akan mampu menerima siswa/siswi baru untuk tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 3.000 orang.
Sementara untuk jenjang pendidikan SMP/MTs sederajat, diperkirakan sekitar 4.500 orang siswa/siswi baru. ‘’Kalau untuk tingkat pendidikan SMA dan SMP sederajat, daya tampung diperkirakan sekitar 7.500 orang,’’ ujarnya.
Sementara untuk jenjang pendidikan SD dan TK, Yuli menyebutkan, ini ditangani bidang TK/SD. Menyinggung soal biaya pendaftaran, Yuli Hermanto menjelaskan, untuk jenjang pendidikan SD dan SMP biaya pendaftaran gratis. Karena sudah dianggarkan dalam dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk penerimaan siswa baru.
Tetapi untuk jenjang pendidikan SMA sederajat, tidak digratiskan. Karena tidak ada dalam BOS. Sehingga besaran biaya pendaftaran yang dipungut sebesar Rp10.000. Namun bila dilaksanakan tes tertulis, besaran biaya Rp10.000 tersebut tentunya tidak akan memadai untuk cetak soal. Sehingga diperlukan biaya tambahan.
Besaran biaya tambahan, tidak ditentukan Disdik Kuansing. Melainkan diserahkan pada kebijakan masing-masing sekolah. Dengan catatan dalam batas kewajaran dan tidak memberatkan orang tua murid.
Pengumuman penerimaan siswa baru, diperkirakan akan sudah diumumkan sekitar 3 Juli mendatang. Sementara untuk kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) secara serentak. Sementara untuk kegiatan pembelajaran, seluruhnya sudah akan dimulai terhitung 12 Juli 2010. ‘’Semua kegiatan belajar sudah dimulai 12 Juli secara serentak,’’ ujarnya.(nto)Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

BKD Tunggu Petunjuk Men-PAN

BKD Tunggu Petunjuk Men-PAN

Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kuansing, masih menunggu petunjuk teknis rencana pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS, di masing-masing daerah dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN RI).

‘’Kita masih menunggu keputusan Juknis dari Men-PAN RI tentang petunjuk penerimaan atau pengangkatan tenaga honorer yang disebutkan Men-PAN RI ini,’’ kata Kepala BKD Kuansing Drs Muharman MPd yang dikonfirmasi Riau Pos, Sabtu (26/6) di Teluk Kuantan.
Muharman menyebutkan, memang rencana tersebut sudah santer disebut-sebut. Tetapi belum ada kepastian hingga sekarang. Bila sudah turun Juknis perekrutannya, BKD baru akan melakukan pendataan.
Tetapi diperikarakan untuk Kuansing tidak akan terlalu banyak. Untuk guru saja, jumlahnya sekitar 400 orang. Sedangkan untuk tenaga honorer di lingkup pertanian, seperti tenaga penyuluh pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan diperkirakan sekitar 140 orang. ‘’Jadi ini baru perkiraan kita, nanti selanjutnya bila sudah turun petunjuk teknisnya, akan kita data,’’ ungkap Muharman.
Rencana adanya perekrutana pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS oleh Pemerintah Pusat, kuotanya di luar kuota perekrutan tenaga CPNS daerah 2010 yang diusulkan Pemkab Kuansing ke Men-PAN sebanyak 1.350 orang. ‘’Kuotanya di luar usulan kita ke Men-PAN untuk perekrutan tenaga CPNS 2010,’’ ujar Muharman.(nto) .Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

SMAN PINTAR RAIH JUARA 1 LOMBA PADUAN SUARA DI TAJA DHARMA WANITA KABUPATEN KUANSING

Penampilan Paduan Suara SMAN Pintar,Penerimaan Hadiah Juara 1, Photo Bersama bersama Ibu Yeni Zulkifli Dalam Lomba Paduan Suara Lagu-lagu Nasional dan Lagu-lagu Perjuangan yang DI Taja Dharma Wanita Kabupaten Kuantan Singingi

Teluk Kuantan , 23 Juni 2010, dalam rangka meningkatkan rasa kebangsaan atau Nasionalisme Khususnya di kalangan Pemuda atau pelajar, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuantan Singingi yang di Ketuai Ny. Hj. Yeni Zulkifli. Yang bersempena pada Hari Kebangkitan Nasional 2010. Melaksanakan kegiatan lomba paduan Paduan Suara Lagu-lagu Nasional dan Lagu-lagu Perjuangan bagi Remaja Putri atau Siswi SMU dan Siswi SMP yang berada dalam Wilayah Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi.

Dihadiri Dewan Penasihat Dharma Wanita Kuansing Hj.Juita Sukarmis sekaligus membuka acara yamg mengusung tema “Dengan Kebangkitan Nasional Kita Mantapkan Kebangkitan Pemuda Kebangkitan Prestasi Serta Kebangkitan Bersama Membangun Nagori Maju”. Ungkap Ronaldo Rozalino S.Sn salah satu guru pembimbing dan pelatih paduan Suara Siswi SMAN Pintar yang menghadiri kegiatan tersebut.

 

Pada lomba paduan Suara Lagu-lagu Nasional dan Lagu-lagu perjuangan di ikuti 9 tim paduan suara yang berada pada sekolah SMA dan SMU di Kecamatan Kuantan Tengah. Kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar dengan manajemen waktu yang baik dan berkualitas.

 

Alhamdulillah dari sembilan (9) Tim paduan suara yang berkompetensi, SMAN Pintar Kabupaten Kuantan Singingi meraih Juara 1 dengan mendapat Tropy dan Uang Pembinaan sebesar 1 Juta Rupiah. Denagn Menyanyikan Lagu Wajib Indonesia Pusaka dan Pantang Mundur yang di aransemen dalam tiga suara, Ungkap Ronaldo Rozalino S.Sn yang juga Arangger dan Komposer SMAN Pintar Kab Kuansing.

 

Tim Paduan Suara dari SMAN Pintar dibagi dalam tiga suara dari 15 siswi yang bernyanyi diantaranya: Dirigen: Uci Ramadani , Suara 1 , Sonnya Suhardian,J essy Latni Gusniarta, Rizka Faulina, Rezkia Puji Nanda, Ramadani Indah, Kiprah Piawi, Elika Gustina, Cindy Claudia. Untuk Suara 2: Lilik Febriani, Vita Ramadani, Susi Susanti, Tiara Bela Pratiwi, Gustri Robi Wala. Dan Suara 3: Aisyah Mayang Wulan, Nefi Fitriana, Nurahmah Dewi, Weli Indah Sari. Dengan formasi tim paduan suara sisiwi SMAN Pintar yang diberikan memberikan keberkahan dan keberkahan.Sehingga mengeluarkan kualitas yang harmonisasi yang didengarkan.Ungkap Irwan B salah satu Juri Kegiatan Lomba Paduan Suara. Juri pada saat kegiatan tersebut: Syafuddin, Oni yang didatangkan dari Dinas Terkait dalam lingkungan Pemda Kuansing.

 

Semoga dengan prestasi yang didapatkannya menjadikan SMAN Pintar Kabupaten Kuantan Singingi unggul disegala Bidang seperti IPTEK, Sains, Seni. Ini yang diharapkan dan sampaikan oleh Bupati Kuansing H.Sukarmis pada kegiatan perpisahan beberapa waktu yang lalu, “SMAN Pintar harus dan buktikan dengan selalu berprestasi dalam segala bidang apa saja”. Ungkap H.Zulhefis S.Pd Kepala SMAN Pintar Kabupaten Kuantan Singingi. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat, hidayah keberkahan buat SMAN Pintar Kabupaten Kuantan Singingi. Ungkap Ronaldo Rozalino S.Sn Humas SMAN Pintar. Admin SMAN Pintar

Source: ronaldorozalino.blogspot.com,

»»  READMORE...

Ribuan Santri Padati Limu

Ribuan santri MDA atau yang sekarang disebutkan dengan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA), se Kabupaten Kuansing, Kamis (24/6) memenuhi lapangan Limuno Teluk Kuantan. Sebanyak 5.093 santri MDA se-Kabupaten Kuansing di wisuda secara serentak.

Kehadiran ribuan santri MDA ini, menghadiri acara prosesi pelaksanaan wisuda massal yang setiap tahun terus dilaksanakan Pemkab Kuansing. Mereka juga didampingi orang tua serta sanak famili. Sehingga, terlihat kerumunan manusia memenuhi lapangan hijau di tengah Kota Teluk Kuantan ini.
Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan wisuda santri secara massal yang memasuki tahun ketiga ini, dilaksanakan di lapangan terbuka, yakni di Lapangan Limuno Teluk Kuantan. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan wisuda dilakukan di Gedung H Abdul Rauf Teluk Kuantan.
Prosesi pelaksanaan wisuda santri, dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kuansing H Sukarmis serta Wakil Bupati Drs H Mursini MSi, sebanyak 72 orang dari 12 kecamatan se-Kabupaten Kuansing. Masing-masing perwakilan kecamatan dipilih enam orang, tiga laki-laki dan tiga perempuan.
Selanjutnya, proses wisuda santri juga dilakukan Sekda Kuansing Drs H Zulkifli MSi, Dandim 0302 Inhu Letkol ARM Bambang Eko Pratolo, Waka Polres Kompol Muji Supriyanto SIk, Kajari Teluk Kuantan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuansing Drs H Syafrudin, asisten, kepala dinas, kepala badan, hingga camat se-Kabupaten Kuansing, ikut melakukan prosesi wisuda santri secara massal ini.
Bupati Kuansing H Sukarmis mengatakan, Pemkab Kuansing komitmen untuk meningkatkan pendidikan keagamaan. Salah satunya melalui pendidikan di tingkat MDA atau PDTA yang dianggap sebagai langkah yang tepat. Sukarmis menyebutkan, pendidikan dasar MDA untuk menghilangkan atau mengentaskan buta aksara Alquran serta mendidik mereka pandai melaksanakan ibadah salat lima waktu. ‘’Selain menghilangkan buta aksara Alquran, juga sudah bisa mengerjakan salat. Ini adalah program pemerintah,’’ ujarnya.
Karena itu, dirinya atas nama Pemkab Kuansing menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasnya masyarakat Kuansing, dan santri MDA yang sudah jauh-jauh datang untuk mengikuti pelaksanaan wisuda.
Wisuda pertama, kedua dan ketiga santri MDA se-Kabupaten Kuansing dilakukan di Gedung Abdusekarang, ditambah orang tua santri yang hadir di lapangan Limuno Teluk Kuantan. Jumlah santri MDA atau PDTA yang sekarang di wisuda terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Sukarmis memperkirakan, pada 2011 mendatang, jumlahnya akan bertambah. Bahkan l Rauf. Namun sekarang dilaksanakan di Lapangan Limuno Teluk Kuantan, karena di Gedung Abdul Rauf tidak muat lagi untuk menampung jumlah santri yang terus meningkat setiap tahunnya.
Apalagi diperkirakan menjadi 5.500 orang. Sehingga rancangan pelaksanan wisuda akan dilaksnaaa di sport center yang sudah siap dan gagah. Sehingga ini bisa dilihat secara langsung masyarakat Kabupaten Kuansing. Di bulan Juli akan diresmikan.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabag Kesra Setda Kuansing H Asarudin SSos menyebutkan, jumlah yang diwisuda sebanyak 5.093 orang yang terdiri dari 12 kecamatan. Kecamatan Kuantan Tengah sebanyak 839 orang, Kecamatan Kuantan Mudik 519 orang, Kecamatan Kuantan Hilir 435 orang, Kecamatan Cerenti sebanyak 416 orang, Kecamatan Singingi sebanyak 464 orang.
Selanjutnya Kecamatan Benai 612 orang, Kecamatan Pangean 330 orang, Kecamatan Logas Tanah Darat 355 orang, Kecamatan Gunung Toar 197 orang, Kecamatan Singingi Hilir sebanyak 406 orang, Kecamatan Hulu Kuantan sebanyak 206 orang, dan Kecamatan Inuman sebanyak 314 orang dari 234 MDA/PDTA se-Kabupaten Kuansing.(nto) Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com. Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Bule pun Ikut Meriahkan Randai Dubalang

PEKANBARU (RP) - Ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Bali Art Center tidak beranjak dari tempat duduknya saat menyaksikan pertunjukan Randai Kuantan Dubalang, pada Jumat (18/6).

Penampilan grup randai asal Kota Pekanbaru ini selama tiga jam berhasil memukau penonton yang hadir di Bali Art Center.
Meski di panggung lain juga digelar berbagai pertunjukan dari tim kesenian daerah lainnya. Namun penampilan kontingen yang mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Riau ini mendapat perhatian khusus dari masyarakat Bali yang menyaksikannya. Bahkan beberapa Bule ikut berjoget randai bersama para pemain.
Diawali dengan pertukaran cindera mata dari Dinas Budpar Riau yang diserahkan langsung oleh Drs R Asrarudin MSi, Sekretaris Disbudpar Provinsi Riau kepada Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, ribuan penonton yang hadir sudah memadati kalangan Angsoka. Masyarakat Bali nampaknya sudah penasaran menyaksikan pertunjukan randai yang malam itu membawakan cerita ‘’Bujang Lapuk’’.
Meski pada permulaan pertunjukan (pasombahan) masih memakai bahasa Kuantan Singingi, penonton tetap antusias mengikuti jalan cerita yang ditampilkan. Keriuhan penonton mulai menjadi saat lagu demi lagu dimainkan di antara babak cerita. Secara spontan penonton mulai ikut masuk di lingkaran untuk ikut berjoget randai. Para turis asing juga tidak mau ketinggalan mencoba menarikan joget randai meski tampak kesulitan mengikuti gerakan lincah para pemain.
‘’It is so nice, dancing with them. Even it difficult (dance) to me, but I am enjoy it. (Menyenangkan, menari bersama mereka. Walaupun sulit bagi saya untuk menarikannya, tapi saya menikmatinya),’’ ujar Frans, seorang turis asal Rotterdam, Belanda, yang ikut berjoget randai. Tawa penonton pecah saat pelawak Riau yang sekaligus pimpinan grup Randai Kuantan Dubalang Fakhri Semekot yang menjadi tokoh Dollah mencandai bule tersebut dengan bahasa Inggris bercampur bahasa Kuantan Singingi.
Apresiasi besar yang ditunjukkan masyarakat Bali pada penampilan randai ini, tidak terlepas dari kemasan teater tradisonal Kuantan itu yang sangat komunikatif dengan penonton. Selain itu jalan cerita ‘’Bujang Lapuk’’ memiliki kemiripan cerita dengan kisah ‘’Rajapala’’ yang dikenal luas di kalangan masyarakat Bali.
Pada kesempatan itu, Drs R Asraruddin MSi, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau memaparkan bahwa penampilan tim kesenian yang mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau ini merupakan hasil kesepakatan pertemuan Taman Budaya se Indonesia yang berlangsung di Pekanbaru beberapa waktu yang lalu, dimana Riau diberikan kesempatan untuk berpartisipasi bersama beberapa provinsi lainnya pada Pesta Kesenian Bali XXXII.
‘’Pada tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau sengaja menampilkan pertunjukan Randai Kuantan. Bila sebelumnya senantiasa menampilkan pertunjukan tari, maka kali ini kita mengangkat salah satu kesenian tradisional masyarakat Riau yang dulu sempat hampir punah,’’ ujar Asraruddin. ‘’Kegiatan ini juga bisa menjadi acuan bagi kita dalam mempersiapkan event kebudayaan pada tahun 2011 mendatang,’’ tutupnya.Source:Riaupos.com

»»  READMORE...

Komisi A DPRD Riau ke Kuansing

Koimisi A DPRD Riau, Selasa (22/6) melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Kuansing. Kedatangan rombongan Komisi A DPRD Riau yang dipimpin Bagus Santoso SAg MP selaku Ketua Komisi A, ditambah tujuh Anggota Komisi A DPRD Riau lainnya dan staf Sekwan.

Ketujuh anggota DPRD Riau lainnya yakni Elly Suryani SH, Jaburrullah SSos, Drs H Asrul Jaafar, H Darisman Ahmad LC MA, Zukri, H Masnur SH MH, H Zulkarnaen Nurdin. Disebutkan Bagus Santoso, tugas Komisi A adalah tugas yang paling berat. Kedatangan mereka adalah ingin mencari solusi penyelesaian insiden di Kuansing serta perkembangan situasi terkini.
Kedatangan rombongan Komisi A DPRD Kuansing disambut langsung Wakil Bupati Drs H Mursini MSi, Sekda Drs H Zulkifli MSi, Asisten I H Ridarman SH MM, Direktur Operasional PT Tri Bakti Sari Mas, Ketua KUD Prima Sehati H Ilyas Yacub, Kasat Reskrim AKP Firman VW Sianipar SH, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Syafri Joni SE, sejumlah kepala dinas, Camat Kuantan Mudik Efrizon Marzuki AP MSi, Kepala Desa Koto Cengar Doni, Kepala Desa Seberang Cengar Yuslim.
Wakil Bupati H Mursini mengatakan, semula Bupati Kuansing H Sukarmis akan hadir dalam pertemuan. Namun mendadak berangkat ke Sumatera Barat. Mursini yang menyampaikan ekspos yang sudah disiapkan Bagian Pemerintahan Setda Kuansing menyampaikan gambaran umum KUD Prima Sehati, yang didirikan 7 Mei 2983 dengan pengesahan dan didaftar pada Kantor Wilayah Departemen Koperasi Provinsi Riau 7 Juli 1985.
Badan Hukum KUD Prima Sehati Nomor 1103/BH/XIII, serta akte perubahan terakhir anggaran dasar koperasi yang disahkan oleh Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil dengan surat Keputusan Nomor 08/BH/PAD/KWK.4/5.1/IX/95 tanggal 27 September 1995. Kantor Pusat KUD Prima Sehati beralamat di Desa Lubuk Ramo Kecamatan Kuantan Mudik serta kantor perwakilan di Jalan Ronggowarsito No 39 Pekanbaru.
Pengelolaan perkebunan kelapa sawit melalui program KKPA antara KUD Prima Sehati dan PT Tri Bakti Sarimas kondisi tahun 2009 adalah, luas kebun KKPA KUD Prima Sehati seluas 9.316 hektare lebih, luas produktif 7.600 hektare, tidak produktif 1.716 hektare, realisasi produksi 84 ribu ton lebih, total penjualan buah Rp104.816 miliar lebih dan bagian atau porsi anggota Rp16,2 miliar lebih.
Soal wilayah kerja KUD Prima Sehati, Mursini menyebutkan, KUD Prima Sehati beroperasi di 11 desa di Pucuk Rantau Kecamatan Kuantan Mudik. Yakni Desa Koto Cengar, Seberang Cengar, Lubuk Ramo, Pantai, Air Buluh, Pangkalan, Ibul, Sungai Besar, Perhentian Sungkai, Muara Petai dan Desa Setiang.
Mursini juga menyampaikan solusi yang sudah dilakukan Pemkab Kuansing. Sejauh ini, kondisi masyarakat sudah kondusif. Anggota Komisi A DPRD Riau Zulkarnaen mengatakan, kedatangan Komisi A Riau tidak ingin memancing persoalan baru. Apalagi, sudah ada beberapa poin kesepakatan yang dicapai Pemkab, Perusahaan dan KUD Prima Sehati. Asal kesepakatan yang sudah dicapai segera di realisasikan. Sehingga nanti tidak menimbulkan persoalan baru. Dirinya menghargai upaya yang sudah dilakukan Pemkab Kuansing, melakukan pendekatan dengan masyarakat.
Dalam pertemuan ini juga hadir Kasat Reskrim AKP Firman VW Sianipar SH, Kasat Intelkam AKP Susilo dan Kapolsek Kuantan Mudik AKP Syafrijoni menjelaskan kalau mereka tidak dalam kapasitas menjelaskan tetapi hanya menghadiri pertemuan dan kunjungan Komisi A DPRD Kuansing.
Namun semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut, sepakat berupaya mencari solusi terbaik penyelesaian konflik tersebut sehingga tidak terulang di masa akan datang. Pertemuan berlansgung dalam suasana keakraban. Karena beberapa di antara mereka adalah tokoh masyarakat Kuansing, sebut saja mantan Bupati Kuansing Drs H Asrul Jaafar, mereka yang juga sudah banyak kenal dengan Wakil Bupati H Mursini yang juga berasal dari DPRD Riau sebelumnya.(nto) Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan desriandicandra@riaupos.com.Source:Riaupos.com

»»  READMORE...